Showing posts with label Inovasi Pembelajaran. Show all posts
Showing posts with label Inovasi Pembelajaran. Show all posts

Sunday, June 16, 2019

Cara Masuk Kelas Pembatik Level 2, Bimtek Daring Pemilihan Duta Rumah Belajar 2019

Pelaksanaan Bimtek Daring Level 2 Pembatik
Tahapan Pelaksanaan Pemilihan Duta Rumah Belajar 2019
PembaTIK level 2 telah dilaksanakan. Propinsi Bali adalah propinsi yang melaksanakan lebih dahulu, yaitu pada tanggal 18 Mei 2019 sampai 01 Juni 2019. Sedangkan propinsi lainnya dilaksanakan bergiliran mulai dari tanggal:

12 Juni - 26 Juni 2019
Aceh, Bengkulu, Jawa Timur, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kepulauan Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Maluku, Papua, Papua Barat, Sumatera Barat, Sumatera Selatan

19 Juni - 03 Juli 2019
Banten, Daerah Istimewa Yogyakarta, Gorontalo, Jambi, Jawa Tengah, Lampung, Maluku Utara, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sumatera Utara

26 Juni - 10 Juli 2019
DKI Jakarta, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Nusa Tenggara Barat, Riau, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara

PembaTIK level 2 adalah tahap implementasi. Tahap ini bertujuan agar guru mampu memanfaatkan TIK dalam pembelajaran untuk memberdayakan siswa. Adapun materi/modul bimtek PembaTIK level 2 adalah sebagai berikut:
  1. Pemanfaatan TIK untuk Komunikasi dan Kolaborasi dalam Pembelajaran
  2. Pengintegrasian TIK dalam Pembelajaran
  3. Pengelolaan Kelas yang Mengintegrasikan TIK dalam Lingkungan Belajar
  4. Pengembangan Media Video Pembelajaran
  5. Tugas Akhir Pembatik Level 2
Peserta PembaTIK level 2 bisa mempelajari modul tersebut secara mandiri melalui akun simpatik masing-masing. Pada tahap akhir, peserta harus melaksanakan ujian akhir PembaTIK level 2. Agar bisa lulus dalam level 2 ini, peserta harus bisa mendapatkan nilai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) PembaTIK level 2 yang ditentukan sebesar 70.

Yang perlu dipahami, Nilai KKM tersebut merupakan perpaduan dari nilai tugas dengan persentase sebesar 60 % dan persentase nilai ujian akhir sebesar 40%.

Selain bisa mempelajari materi yang telah disediakan, mengerjakan tugas dan ujian akhir, peserta PembaTIK level 2 juga diwajibkan bisa aktif dalam forum diskusi. Keaktifan dalam forum tersebut merupakan persyaratan lulus dari level 2.

Selain itu, keaktifan dalam forum diskusi juga digunakan sebagai bahan pertimbangan untuk memberikan nilai tambah jika setelah mengikuti nilai akhir, peserta ternyata tidak dapat memenuhi nilai KKM yang telah ditentukan.

Cara Masuk ke PembaTIK Level 2

1. Login di akun Simpatik peserta di http://simpatik.belajar.kemdikbud.go.id/
2. Setelah berhasil login, pilih menu Pelatihan, Pelatihan Saya>
Tampilan Akun Simpatik Peserta PembaTIK
Tampilan Akun Simpatik Peserta PembaTIK
3. Pada menu Pelatihan Saya, akan muncul pelatihan-pelatihan yang telah diikuti oleh peserta, diantaranya adalah Seleksi Duta Rumah Belajar Level 1 dan Pembatik Level 2 yang telah dikelompokkan dalam kelas-kelas. Untuk mengikuti Diklat Level 2, silahkan klik Detail pada Kelas Pembatik Level 2.
Tampilan Akun Simpatik Rumah Belajar
Akun Pembatik Level 2
4. Setelah Detail Pelatihan Level 2 terbuka, akan muncul detail seperti gambar berikut, klik Masuk untuk mengikuti Kelas Diklat Pembatik Level 2 yang telah ditentukan.
Kelas Pembatik Level 2 2019
Detail Kelas Pembatik Level 2
 5. Setealh berhasil, peserta akan masuk kelas pembatik Level 2. di kelas inilah peserta akan melakukan seluruh kegiatan Pembatik Level 2 mulai dari mengunduh materi, mengupload tugas pembatik level 2, hingga mengikuti ujian akhir level 2.
Kelas Pembatik Level 2
Tampilan Kelas Pembatik Level 2

Tugas Pembatik Level 2

Pada Diklat Pembatik Level 2 ini, ada 3 penugasan yang harus dilakukan oleh peserta, yaitu:

Tugas 1

Melakukan  pendaftaran ke portal Rumah Belajar (belajar.kemdikbud.go.id) bagi yang belum memiliki akun Rumah Belajar. Bagi yang telah memiliki akun Rumah Belajar, tidak perlu membuat atau mendaftar di akun baru.

Akun Rumah Belajar itulah yang harus dilaporkan melalui tautan https://s.id/usernamerumbel. Isilah data sesuai dengan format, jika data telah benar, silahkan klik SUBMIT untuk mengirimkan tugas pertama.
Tugas Pelaporan Akun Rumah Belajar
Tampilan Pelaporan Akun Rumah Belajar
Tugas 2

Tugas yang kedua adalah membuat RPP yang Terintegrasi TIK. Dalam RPP tersebut, langkah-langkah pembelajaran adalah dengan memanfaatkan fitur-fitur yang dimiliki portal Rumah Belajar. Jika RPP telah siap, unggah RPP tersebut dengan Format PDF ke dalam menu Kumpul Tugas

Tugas 3

Tugas yang ketiga adalah membuat media berupa video pembelajaran/ tutorial dengan ketentuan sebagai berikut:
  1. Materi yang sajikan dalam video pembelajaran adalah bagian dari indikator pembelajaran yang terkait dengan RPP yang telah dibuat dalam tugas 2. Misalnya RPP yang dibuat dan dikumpulkan adalah tentang Gerhana, maka video yang dibuat dapat berupa proses terjadinya Gerhana.
  2. Yang menjadi narasumber/presenter dalam video tersebut adalah peserta, bukan orang lain atau diwakili karakter. Artinya, pesertalah yang harus tampil dalam video tersebut.
  3. Durasi video ditentukan antara 3 s.d 7 menit. Peserta harus betul-betul mengefektikan materi video supaya bisa termuat dengan singkatnya waktu yang ditentukan. 
  4. Format video adalah MP4 dengan resolusi video 720p
  5. Yang perlu diperhatikan ketika menyampaikan narasi, kata sapaan yang digunakan adalah: sahabat rumah belajar
Setelah video siap, unggah video tersebut ke google drive dan tautkan ke dalam menu Penugasan di Kumpul Tugas. Tenggat waktu pengumpulan tugas adalah pada akhir masa masing-masing kelas.
Tampilan Menu Tugas Akhir Pembatik Level 2
Tampilan Menu Tugas Akhir Pembatik Level 2
Demikian informasi Diklat Pembatik Level 2 mulai dari Cara Masuk Kelas Pembatik Level 2, dan Tugas Yang Harus Dikumpulkan di Pembatik Level. Jika menurut Anda artikel ini bermanfaat, silahkan share pada yang lain. Semoga peserta Pembatik Level 2 bisa lulus dan bisa mengikuti level 3 yang akan dilaksanakan secara tatap muka di propinsi masing-masing. []

Wednesday, May 22, 2019

Bimtek PembaTIK Level 2, Inilah Tugas Yang Harus dikerjakan

Tugas Bimtek PembaTIK level 2 Duta Rumah Belajar
Arief Darmawan dari Pustekkom saat Video Conference PembaTIK Level 2
Program pembelajaran berbasis TIK (PembaTIK) Level 1 Tahun 2019 telah selesai dilaksanakan. Seperti dikatakan oleh Pak Arief Darmawan dari Pustekkom dalam vicon pembaTIK level 2, bahwa animo peserta pembaTIK tahun 2019 sangat luar biasa berkat kerja keras para Duta Rumah Belajar di masing-masing propinsi.

Tercatat kurang lebih 28 ribuan peserta yang telah mendaftarkan diri pada program PembaTIK tahun 2019 dari seluruh propinsi di Indonesia. Dari jumlah pendaftar tersebut, kurang lebih 13 ribuan yang dinyatakan lulus dalam pembaTIK level 1 sehingga bisa mengikuti program pembaTIK level 2 yang salah-satu propinsi sudah mulai dilaksanakan, yaitu Propinsi Bali. Propinsi lainnya akan dilaksanakan setelah lebaran.

Sahabat Kompi, beberapa waktu lalu, admin telah memposting artikel tentang gambaran tugas pembaTIK level 2. Artikel tersebut merupakan pengalaman mengikuti pembaTIK tahun 2018, sehingga wajar jika pembaTIK level 2 tahun 2018 ada perbedaan dengan pembaTIK level 2 tahun 2019. Tugas pembaTIK level 2 secara jelas telah diuraikan Pak Arief Darmawan melalui vicon pada selasa malam (22/05)
baca: Sekilas tentang Bimtek PembaTIK level 2
Berikut ini adalah vicon PembaTIK level 2 dengan presenter Pak Arif Darmawan dari Pustekkom terkait tugas yang harus dilaksanakan dalam pembaTIK level 2. Hasilnya admin tuliskan melalui artikel di bawahnya:


Tugas Bimtek PembaTIK Level 2

Nilai KKM
Dalam pembaTIK level 2, KKM yang harus dicapai oleh peserta sama dengan pembaTIK level 1, yaitu 70.

Penentuan Poin Kelulusan
Poin penentuan kelulusan ditentukan 40% untuk penilaian Ujian Akhir Level 2 dan 60% untuk penugasan. Poin ini berbeda dengan tahun 2018 yang menetapkan poin kelulusan penugasan 50%, Ujian Akhir 30%, dan Diskusi 20%. Meski tidak masuk penilaian, peserta pembaTIK 2019 tetap wajib mengikuti diskusi pembaTIK level. Keuntungan mengikuti diskusi adalah jika pada penilaian akhir nilai KKM tidak terpenuhi, maka keaktifan mengikuti diskusi akan dijadikan sebagai pertimbangan.

Membuat Akun Rumah Belajar
Tugas selanjutnya adalah membuat akun Rumah Belajar di laman https://belajar.kemdikbud.go.id. Jika peserta pembaTIK level 2 sudah memiliki akun rumah belajar, maka tugas pembuatan akun rumah belajar ini dianggap sudah dikerjakan.

Pembuatan RPP
Bimtek PembaTIK level 2 adalah implementasi. Untuk itulah, peserta harus mengimplementasikan TIK dalam kegiatan pembelajaran dengan membuat RPP. Pembuatan RPP terintegrasi TIK tersebut harus sesuai dengan mata pelajaran yang diampu oleh peserta bimtek dengan memanfaatkan berbagai fitur dalam portal Rumah Belajar.

Pembuatan Video Pembelajaran

Berbeda dengan tugas membuat video di tahun 2018 yang merupakan VIDEO DOKUMENTASI, tugas membuat video tahun 2019 ini adalah VIDEO PEMBELAJARAN sesuai dengan RPP yang telah dibuat. Video yang dibuat dibatasi durasi waktu 3 - 7 menit, menggunakan Resolusi 720 HD, dibuat dalam Format MP4.

Tidak ada kewajiban aplikasi khusus untuk membuat video pembelajaran. Artinya, peserta bimtek pembaTIK level 2 bebas menggunakan aplikasi sesuai dengan kemampuan peserta, baik aplikasi berbasis android, maupun berbasis dekstop.

Sekali lagi, materi yang dimunculkan dalam video harus sesuai dengan materi yang ada di RPP. Tak kalah pentingnya, model dalam video adalah wajah peserta bimtek, tidak boleh diwakili karakter ataupun wajah orang lain. Kata sapaan yang digunakan adalah SAHABAT RUMAH BELAJAR.

Pembagian Kelas
Jika pembaTIK level 2 sudah dilaksanakan, peserta bimtek level 2 akan dikelompokkan dalam sebuah kelas daring sesuai dengan propinsi masing-masing. Pembagian kelas nantinya akan diumumkan melalui akun simpatik masing-masing peserta. Saat ini, propinsi yang sudah melaksanakan bimtek pembaTIK level 2 adalah Propinsi Bali. Propinsi lainnya kemungkinan besar akan dilaksanakan setelah lebaran.

Demikian tugas-tugas yang harus dikerjakan oleh bapak/ibu guru sebagai peserta bimtek pembaTIK level 2. Semua tentu berharap akan bisa lulus, juga bisa menjadi peserta terbaik yang akan mewakili kabupaten untuk mengikuti diklat tatap muka level 3 yang dilaksanakan di propinsi. Untuk itu, peserta harus benar-benar memperhatikan proses yang harus dilalui dalam bimtek pembaTIK level 2, sehingga bisa mendapatkan hasil yang terbaik.

Semua peserta pembaTIK level 2 yang lulus akan mendapatkan sertifikat 32 jam dari Pustekkom. Peserta terbaik level 2 akan melaju ke level 3 yang akan dilaksnakan secara tatap muka di propinsi.(*)

Friday, May 17, 2019

Lolos Pembatik Level 1, Apa yang Harus dilakukan di Pembatik Level 2?

Persiapan Pembatik Level 2 2019
Ilustrasi: Duta Rumah Belajar Kalimantan Selatan 2018
Program Pembatik Level 1 telah selesai dilaksanakan. Tanggal 14 Mei 2019 adalah batas terakhir perpanjangan waktu bagi peserta pembatik level 1 untuk melaksanakan post test atau ujian akhir. Bagi peserta level 1 yang tidak mengikuti ujian hingga waktu perpanjangan berakhir, otomatis tidak lulus karena tidak mendapatkan nilai yang dipersyaratkan minimal 70, sehingga tidak dapat melanjutkan ke level 2.

Tidak berselang lama setelah batas terakhir pelaksanaan post test,  Pustekkom mengumumkan Kelulusan Program Pembelajaran Berbasis TIK (PembaTIK) level 1 melalui surat nomor 2643/12.3/PP/2019 yang ditujukan kepada Kepala Dinas/UPTD/Balai Tekkomdik Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Timur dan Kepala Dinas Pendidikan Kab/Kota.
Surat Pengumuman Peserta Lolos Level 2 PembaTIK 2019
Surat Pengumuman Peserta Lolos Level 2 PembaTIK 2019
Dalam suratnya, Pustekkom menyebutkan bahwa pelaksanaan program PembaTIK dikemas dalam bentuk bimbingan teknis (bimtek) level 1 (literasi), bimtek level 2 (implementasi), bimtek level 3 (kreasi), dan bimtek level 4 (berbagi). Bimtek level 1 dan level 2 dilaksanakan secara daring, sedangkan bimtek level 3 dan level 4 dilaksanakan secara tatap muka atau luring. Peserta terbaik level 3 masing-masing propinsi akan dikukuhkan sebagai Duta Rumah Belajar tahun 2019.

Bimtek level 1 telah berakhir. Peserta yang lolos seleksi telah diumumkan oleh Pustekkom melalui lampiran surat tersebut. Bagi yang ingin mengetahui pengumuman peserta lolos seleksi pembatik level 1, silahkan kunjungi webnya langsung di http://simpatik.belajar.kemdikbud.go.id/user/pembatik_level_1_2019

Kami ucapkan selamat kepada peserta yang lolos seleksi pembatik level 1. Disamping memiliki kesempatan untuk mengikuti bimtek level 2, peserta yang lolos level 1 juga akan mendapatkan sertifikat 32 jp dari Pustekkom. Yang belum lolos, jangan berkecil hati. Dunia belum kiamat, masih ada banyak waktu dan kesempatan mengikuti diklat yang dilaksanakan oleh Pustekkom di waktu-waktu mendatang.

Bagi peserta lolos seleksi level 1, apalagi yang baru mengikuti program PembaTIK di tahun 2019 ini, tentu bertanya-tanya, apa yang harus dilakukan ketika mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) level 2? Seperti dijelaskan dalam surat, bahwa Bimtek Level 2 akan dilaksanakan mulai tanggal 17 Mei 2019 secara bertahap melalui pembagian kelasnya.

Artinya, jika melihat pengalaman tahun lalu, peserta lolos pembatik level 1 nantinya akan dibagi menjadi beberapa kelas sesuai dengan daerahnya masing-masing. Lantas, apa saja yang harus dipersiapakan untuk bimtek pembatik level 2?

Persiapan PembaTIK level 2

Level 2 adalah tahap implementasi. Melihat pengalaman PembaTIK tahun 2018, setelah dinyatakan lolos seleksi level 1, peserta mengikuti bimtek daring level 2 dan harus mengimplementasikan TIK ke dalam pembelajaran di kelas dengan memanfaatkan fitur rumah belajar.

Adapun modul yang dipelajari dalam bimtek level 2 adalah sebagai berikut:
Modul Bimtek Level 2 PembaTIK 2019
Modul Bimtek Level 2 PembaTIK tahun 2018
Perancangan Pembelajaran Berbasis TIK: Modul ini dapat dipelajari secara mandiri oleh peserta, berisikan tentang hal-hal seputar penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang mengintegrasikan TIK.

Setelah mempelajari modul tersebut, peserta bimtek level 2 diharapkan akan mampu menyusun RPP yang mengintegrasikan TIK dengan baik dan benar sesuai dengan situasi, kondisi dan kebutuhan sekolah masing-masing.

Pemanfaatan Rumah Belajar: Modul ini berisi materi pembahasan seputar pemanfaatan Fitur di Rumah Belajar yaitu Fitur Sumber belajar, Fitur Bank Soal dan Karya Bahasa dan Sastra. Modul ini juga dipelajari secara mandiri.

Tutorial Pembuatan Video Sederhana:  Setelah peserta bimtek level 2 mampu membuat Rancangan Pembelajaran dalam RPP yang terintegrasi TIK dengan memanfaatkan salah satu fitur Rumah Belajar, maka mereka harus menerapkannya dalam kegiatan pembelajaran di kelas dengan mendokumentasikan pembelajaran tersebut ke dalam video (vlog).

Modul Tutorial Pembuatan Video Sederhana ini diberikan untuk membantu peserta bimtek level 2 dalam endokumentasikan pembelajaran yang dilaksankan. 

Ujian Akhir Diklat: Tahap akhir bimtek level 2 adalah ujian akhir atau post test yang akan menentukan apakah peserta bisa lolos mengikuti level 3 atau tidak. Adapun tugas yang harus dikerjakan di level 2 ini adalah sebagai berikut:
  1. Aktif dalam forum diksusi (20%)
  2. Mengumpulkan tugas membuat RPP terintegrasi TIK dan dokumentasi kegiatan pembelajaran dalam sebuah Vlog (50%)
  3. Mengerjakan Post Test (30%)
Penilaian Bimtek Pembatik Level 2 Tahun 2018
Penilaian Bimtek Pembatik Level 2 Tahun 2018
Nilai yang diperoleh dari masing-masing item tugas akan dikonversi sesuai dengan bobotnya masing-masing. Jika ingin lulus dalam level 2 ini harus mendapatkan nilai di atas KKM. Tahun 2018, KKM yang ditentukan adalah 70.

Sahabat Kompi yang budiman, penjelasan bimtek pembatik level 2 di atas adalah pelaksanaan PembaTIK level 2 tahun 2018 sebagai gambaran  untuk tahun 2019 ini. Semoga di tahun 2019 ini tidak jauh berbeda. Untuk kebih jelasnya, silahkan login di akunnya masing-masing jika telah disiapkan tool untuk pembatik level 2. Nantinya akan dibagi ke dalam kelas dan dijelaskan lebih lanjut apa yang harus dilakukan ketika mengikuti Bimtek PembaTIK level 2.

Ikuti semua proses yang telah ditentukan. Semoga dengan segala jerih payah itu, peserta PembaTIK level 2 akan lolos seleksi, sehingga bisa memiliki tiket menuju bimtek level 3. Hanya saja, tidak seluruh peserta level 3 akan diundang ke propinsi. Hanya seorang peserta terbaik mewakili kabupaten masing-masing nantinya yang akan diundang. Bimtek level 3 dilaksanakan secara tatap muka di propinsi masing-masing.(*)

Update: Artikel di atas adalah gambaran tugas PembaTIK Level 2 tahun 2018. Untuk tugas bimtek PembaTIK Level 2 tahun 2019 telah dijelaskan oleh Pak Arif Darmawan dari Pustekkom melalui Video Conference Pembatik Level 2. Silahkan baca tugasnya melalui tautan berikut:

Monday, May 6, 2019

Pengalaman Mengikuti Olimpiade Guru Nasional (OGN) 2019

Juara OGN Tahun 2019
Pemenang Olimpiade Guru Nasional (OGN) 2019
Bisa mengikuti kegiatan di tingkat nasional adalah sebuah kebanggaan tersendiri. Setidaknya, itulah yang pernah dirasakan oleh guru ketika terpilih sebagai peserta dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh Direktorat Jendral Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) melalui Subdit Kesharlindung Dikdas dan Dikmen. Tidak terutama agar bisa menjadi "juara", tapi bisa menyisihkan ratusan atau bahkan ribuah guru dari seluruh indonesia dalam proses seleksi adalah prestasi tersendiri.

Lazim diketahui, di tengah era keterbukaan informasi, Dirjen GTK membuka peluang bagi guru agar bisa mengikuti kegiatan yang diselenggarakan oleh pusat. Ada banyak kegiatan kesharlindung yang bisa diikuti oleh guru untuk mengembangkan kompetensinya. Diantaranya adalah Seminar PTK, Workshop Perlindungan Guru, Perlombaan Inovasi Pembelajaran (Inobel), Guru Berdedikasi, Olimpiade Guru Nasional (OGN), dan lain-lain.

Semua kegiatan tersebut terbuka untuk guru dari seluruh indonesia. Syaratnya, para guru yang ingin berpartisipasi harus siap berkompetisi dengan guru-guru lain dari seluruh pelosok nusantara. Saat ini, Subdit Kesharlindung memang memberikan akses kepada setiap guru untuk membuat akun di laman https://kesharlindung.pgdikdas.kemdikbud.go.id/portal. Melalui akun tersebut, guru bisa memantau setiap kegiatan yang akan dilaksanakan.

Jika berniat ingin mengikuti kegiatan, maka guru harus mengirimkan sejumlah persyaratan, baik syarat administratif maupun naskah artikel melalui akun yang dimiliki. Naskah artikel itulah yang akan dinilai kelayakannya bersama dengan ribuan naskah guru-guru lain dari seluruh Indonesia.

Beberapa kegiatan yang sudah dibuka tahun 2019 adalah perlombaan inovasi pembelajaran (inobel, deadline 30 Mei 2019), Workshop Perlindungan Guru (Sudah ditutup, Naskah dalam proses penilaian), Guru Berdedikasih, dan yang baru saja berakhir adalah Olimpiade Guru Nasional (OGN).

Olimpiade Guru Nasional (OGN) 2019

Kegiatan yang baru saja selesai dilaksanakan oleh Kesharlindung adalah Olimpiade Guru Nasional (OGN) Tahun 2019. Khusus untuk Dikdas, OGN merupakan ajang kompetisi bagi guru untuk meningkatkan wawasan pengetahuan, motivasi, profesionalisme, dan kerja keras dalam mengembangkan pengetahuan, teknologi, dan budaya di kalangan guru SD dan SMP.

Untuk guru SD, bidang yang dilombakan adalah Tematik dan Matematika. Sedangkan bagi Guru SMP, bidang yang dilombakan adalah mata pelajaran Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris.

Berbeda dengan tahun sebelumnya, OGN 2019 dilaksanakan melalui 2 (dua) jalur, yaitu Jalur Seleksi Berjenjang yang diselenggarakan di 33 Propinsi di seluruh indonesia, dan Jalur Seleksi Daring Terpusat yang dilaksanakan secara online melalui laman https://kesharlindung.pgdikdas.kemdikbud.go.id/portal. Dari seleksi tersebut, telah ditetapkan 280 finalis OGN 2019, yang terdiri dari 238 peserta dari Jalur Seleksi Berjenjang, dan 42 peserta dari Jalur Daring Terpusat.

Salah seorang peserta finalis OGN 2019 adalah Sucik Ike Wahyuni, Guru SDN Tamanan I Bondowoso Jawa Timur. Ike Wahyuni terjaring sebagai finalis OGN 2019 melalui Jalur Seleksi Daring Terpusat. Artinya, ia mendaftarkan diri sebagai peserta OGN 2019 melalui pendaftaran online di akun kesharlindung dikdas, tidak melalui pendaftaran berjenjang yang dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan Kab/Kota hingga Propinsi.

Nama lainnya adalah Babun, S.Pd.SD, Guru SDN Ngepung Probolinggo Jawa Timur. Seperti Ike Wahyuni, Pak Babun, yang merupakan alumni Finalis Inobel Tahun 2018 juga terjaring melalui Seleksi Daring Terpusat.


Finalis OGN 2019 Jalur Daring Terpusat
Babun, S.Pd.SD, Finalis OGN dari Probolinggo Jawa Timur
Pengalaman Ike Wahyuni sebagai Finalis OGN Tahun 2019 dituliskannya melalui akun facebook miliknya:

"Berangkat sebagai finalis dalam ajang tingkat nasional adalah kebanggaan tersendiri bagi saya. Setelah melalui rangkaian seleksi daring terpusat, mengantarkan saya bisa berada dalam persaingan guru-guru hebat dari 34 provinsi se-Indonesia. Terimakasih atas semua support dan doa. Mohon maaf belum berhasil sebagai juara. Semoga kedepannya bisa meraih prestasi lebih baik lagi. Aminn." demikian bunyi statusnya.

Finalis OGN 2019 Jalur Daring TerpusatIke Wahyuni lantas menuturkan, bahwa tidak mudah mendapatkan kesempatan sebagai peserta Olimpiade Nasional Guru (OGN) 2019, meski hanya sekedar sebagai finalis, bukan sebagai juara.

Semuanya berawal dari tekadnya mengikuti uji kompetensi sabagai pendidik, ia kemudian memberanikan diri mendaftar OGN 2019 melalui seleksi Jalur Daring Terpusat, karena Dinas Kabupaten tempatnya bertugas tidak mengadakan Seleksi Berjenjang.

Tahap awal yang dilakukan adalah melengkapi berkas-berkas administrasi yang dipersyaratkan, diantaranya adalah membuat Surat Ijin mengikuti lomba dari Kepala Sekolah. Selain itu, ia juga harus menulis sebuah artikel terkait mata pelajaran yang dipilih. Awalnya, Ike memilih mapel tematik, namun di pertengahan jalan, ia beralih ke mata pelajaran matematika dan mengirimkan artikel matematika.

Ketika pengumuman dilaksanakan, ia ditetapkan sebagai  peserta lulus artikel sehingga berhak mengikuti tes seleksi daring. Dalam pengumuman itu, namanya tidak tercantum sebagai peserta mapel matematika, namun tetap sebagai peserta tematik seperti ketika awal kali melakukan pendaftaran.

Ujian online pun dilaksanakan. 15 soal HOTS pilihan ganda harus diselesaikan dalam waktu 30 menit. Saat itulah ia harus berjuang keras melaksanakan ujian dikarenakan server yang overload sehingga sering terjadi error lost connection. Mau tidak mau, konsentrasinya terpecah antara mengerjakan soal dengan berjuang melawan server. Namun ia tetap bersyukur, dalam keadaan demikian ia masih bisa menjawab seluruh soal sebelum waktu usai.

Ketika namanya tertulis di deretan pertama sebagai 6 besar Mapel Tematik sehingga dipanggil menuju Jakarta, tentu perasaannya bercampur aduk, antara senang, bahagia, grogi, dan lain-lain. Yang pasti, ia merasa sangat senang dan bangga bisa mendapatkan kesempatan sebagai finalis dalam ajang bergengsi tingkat nasional itu.

Berangkatlah ia ke Ibukota dengan segala harap dan doa menuju Aston Priority Simatupang Hotel & Conference Center. Bersama para finalis dari 34 provinsi, ia merasa seperti sebutir pasir diantara tumpukan berlian. Hari pertama dilaluinya dengan melaksanakan tes ujian tertulis mapel tematik dengan soal sejumlah 60 butur Pilihan Ganda, dan 20 soal uraian. Nyalinya sempat menciut bersaing dengan guru-guru hebat se Indonesia, apalagi semua soal tes merupakan soal-soal HOTS.

Hari kedua berupa tes eksperimen dan eksplorasi, disusul hari ketiga berupa presentasi perangkat 3 mata pelajaran tematika (IPA, IPS, Bhs. Indonesia) dan wawancara. Nama Sucik Ike Wahyuni memang tidak terdaftar sebagai juara OGN 2019. Namun keikutsertaannya sebagai peserta finalis OGN Tahun 2019 memberikan pengalaman luar biasa. Ia bahkan bertekad akan terus meng-upgrade kompetensinya agar bisa memberikan yang terbaik kepada anak didiknya.

Para Pemenang Olimpiade Guru Nasional (OGN) Dikdas Tahun 2019
Para Pemenang Olimpiade Guru Nasional (OGN) Dikdas Tahun 2019
Berikut ini adalah Juara Olimpiade Guru Nasional (OGN) 2019 dari Guru SD:

Juara OGN Tematik SD 2019

  1. Moh. Ikhwanul Huda, M.Pd, SDN Banjaran 4 Kediri Jawa Timur
  2. Hidayatul Muslimah, M.Pd, SDN Turi 1 Sleman Yogjakarta.
  3. Prima Danu Astri Susanti, SDN Purwasari 3 Karawang Jawa Barat.

Juara OGN Matematika SD 2019

  1. Riski, SDN Sidotopo Surabaya Jawa Timur
  2. Fera Setiawan, SD Nasional KPS Balikpapan Kalimantan Timur.
  3. Yuliana, S.Pd,SD SDN Simpang Renggiang Belitung Timur Kepulauan Bangka Belitung.

Friday, May 3, 2019

Lomba ONIP 2019 P4TK Matematika Yogja telah Dibuka, Ikutan Yuk!

Olimpiade Nasional Inovasi Pembelajaran (ONIP) 2019
Olimpiade Nasional Inovasi Pembelajaran (ONIP) 2019
Poster ONIP 2019ONIP 2019 - Guru memiliki peran yang sangat penting dan strategis dalam meningkatkan mutu pendidikan. Tantangan peningkatan kompetensi guru terus berkembang seiring meningkatnya tuntutan kualitas pendidikan. Untuk itulah, sejak diberlakukannya PermenPAN dan RB Nomor 16 tahun 2009 tahun 2013 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya, guru dituntut mengembangkan kompetensi secara berkelanjutan, sehingga mampu menjalankan tugas profesionalnya dengan baik.

Memang, tugas guru tidak hanya mengajar, membimbing dan menilai, tetapi juga harus melakukan kegiatan Pengembangan Keprofesionalan Berkelanjutan (PKB). Kegiatan tersebut wajib dilakukan oleh guru secara terencana yang meliputi tiga hal, yaitu kegiatan pengembangan diri, publikasi ilmiah, dan karya inovatif. 

Terkait itulah, PPPPTK Matematika sebagai unit pelaksana teknis di lingkup Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan terus berupaya mendorong dan memfasilitasi kegiatan PKB guru, terutama guru matematika. Salah satunya dengan menyelenggarakan Olimpiade Nasional Inovasi Pendidikan (ONIP) Matematika. ONIP telah berlangsung selama enam tahun, merupakan program PPPPTK Matematika guna mendorong guru melakukan kegiatan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB).

Dalam enam tahun perjalanannya, produk inovasi yang dihasilkan peserta ONIP umumnya berupa alat peraga dan model pembelajaran baik melalui TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) maupun non-TIK. Tahun 2019 ini, ONIP 2019 kembali dibuka untuk mendorong guru menciptakan karya inovatif sesuai dengan tuntutan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB).

KATEGORI ONIP 2019

Siswa sekarang termasuk generasi milenial dengan gaya belajar berbeda. Jika tidak mengikuti perkembangan zaman, guru akan tertinggal dengan siswanya. Untuk itulah, guru harus mampu berinovasi dalam kegiatan pembelajaran.

Dengan pertimbangan itu, maka ONIP 2019 difokuskan pada kategori berikut:
  1. e -Learning (termasuk Mobile Learning)
  2. Pembelajaran STEM
  3. Pemanfaatan komputasi awan (Cloud Computing) untuk pembelajaran
  4. Augmented Reality dan Virtual Reality
  5. Teknologi pemodelan 3-Dimensi.
  6. Game berbasis TIK
  7. Kecerdasan buatan
  8. Pembelajaran berbasis TIK lainnya.

Ketentuan Produk Inovasi

Produk inovasi ONIP 2019 adalah produk inovasi pembelajaran hasil karya guru dalam kategori di seperti disebutkan di atas dengan ketentuan sebagai berikut:
  1. Bukan karya plagiasi, merupakan karya asli milik sendiri, baik karya individu maupun tim.
  2. Belum pernah menjuarai lomba/kompetisi sejenis, baik di tingkat nasional maupun tingkat internasional.
  3. Karya yang dikirim dibuat dalam kurun waktu 2 tahun terakhir.
  4. Diperkenankan mengirimkan lebih dari 1 karya, dengan catatn hanya 1 karya yang akan dipresentasikan dalam seleksi selanjutnya. Jika ditemukan lebih dari 1 karya dinyatakan lolos pada seleksi awal, peserta diharuskan memilih 1 karya yang dipresentasikan dalam tahap prersentasi produk (babak final).
  5. Karya lomba merupakan karya inovatif, yaitu hasil pengembangan dari yang belum ada sama sekali atau hasil modifikasi. Jika karya modifikasi, wajib menuliskan bentuk modifikasi dan urgensi modifikasi. Harus disertakan juga asal produk asli sebagai dasar pengembangan.
  6. Harus mendukung pembelajaran matematika di sekolah. Untuk kepentingan simulasi tidak diharuskan menyesuaikan dengan semester pelaksanaan.
  7. Jika hasil karya tim (bukan individu), maka hanya 1 orang mewakili tim untuk melaksanakan presentasi di babak final.

Kelengkapan Produk dan Tata Cara Pendaftaran

Pendaftaran produk inovasi ONIP 2019 dilaksanakan secara online dengan mengisi Form Online Pendaftaran ONIP 2019 serta mengirimkan kelengkapan produk yang terdiri dari:
  1. Gambaran Singkat Produk
  2. Laporan Pengembangan Produk
  3. File hasil scan surat pernyataan keaslian karya serta pernyataan belum pernah menang dalam suatu lomba/kompetisi sejenis. Format disediakan panitia.
  4. File hasil scan pengesahan dan ijin dari Kepala Sekolah dengan menggunakan format dari panitia.
  5. Video simulasi penerapan pembelajaran menggunakan produk inovasi yang didaftarkan,
  6. RPP dengan menggunakan produk inovasi yang didaftarkan.
Produk inovasi beserta kelengkapannya tersebut dikirimkan dengan cara diunggah di cloud (penyimpanan awan) milik peserta. Peserta kemudian membagikan link-nya kepada panitia seleksi melalui informasi di file “Gambaran Singkat Produk”.
Gambaran Singkat Produk, setidaknya berisi:
  1. Deskripsi singkat dan kategori produk, 
  2. Alamat url/cloud tempat produk inovasi bisa diakses/diunduh. Jika produk inovasi berupa e-learning, harus diinformasikan cara login sebagai guru atau login sebagai siswa dengan menyertakan username dan password, agar penilai bisa mencoba e-learning tersebut. Jika berupa aplikasi, maka harus disertakan alamat untuk mengunduh aplikasi.
Laporan Pengembangan Produk, ditulis dengan mengikuti kaidah penulisan ilmiah yang lazim setidaknya berisi:
  1. Latar belakang keilmuan (matematika dan pendidikan matematika) yang mendasari pengembangan produk inovasi, 
  2. Prosedur ilmiah pengembangan produk. Misalnya merupakan penelitian pengembangan (R&D), maka bisa menggunakan 4D, ADDIE, R2D2, Model Kemp, dan sejenisnya.
Produk inovasi beserta 6 kelengkapan yang telah disebutkan di atas harus diunggah di cloud dan diinformasikan di Gambaran Singkat Produk untuk kemudahan mengakses. Kelengkapan di atas juga harus diunggah ketika mengisi form pendaftaran online.

Tahapan Seleksi dan Tanggal Penting

Pendaftaran dan pengiriman produk inovasi dimulai pada 1 Mei s.d. 31 Agustus 2019
Pelaksanaan seleksi administrasi dan penilaian produk inovasi pada bulan September 2019
Pengumuman hasil penilaian produk inovasi pada 30 September 2019
Tiga puluh (30) peserta terpilih akan diundang untuk presentasi dan simulasi produk inovasi pada acara babak final di PPPPTK Matematika Yogjakarta pada 21 s.d 25 Oktober 2019

Demikian informasi Lomba ONIP 2019. Guru Mulia Karena Karya. Mari terus berkreasi menciptakan inovasi pembelajaran untuk pendidikan yang lebih baik. Keterangan lebih lanjut, kunjungi website ONIP 2019 Matematika di http://p4tkmatematika.kemdikbud.go.id/onip/onip-2019/.  Panitia penyelenggara: email: onip@p4tkmatematika.org, narahubung:  Tika (085927484086) (*)

Tuesday, April 23, 2019

Lomba Penulisan Desain Pembelajaran Inspiratif BNPT 2019

Lomba Penulisan Desain Pembelajaran Inspiratif BNPT 2019
Lomba Penulisan Desain Pembelajaran Inspiratif BNPT 2019
Untuk mencegah paham terorisme dan radikalisme yang semakin meningkat di Tanah Air, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) berusaha untuk terus menggelorakannya. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menyelenggarakan Lomba Penulisan Desain Pembelajaran Inspiratif: “Harmoni dari Sekolah”.

Di Jawa Timur, kegiatan yang digelar BNPT melalui Forum Koordinasi Penanggulangan Terorisme (FKPT) Jatim itu bekerjasama dengan Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII), dikhususkan bagi Guru TK/PAUD dan Guru Materi Pendidikan Agama mulai dari SD/MI, SMP/MTS, dan sederajat. Tema yang diusung dalam pelaksanaan lomba adalah Integrasi Nilai-nilai Agama dan Budaya di Sekolah dalam Menumbuhkan Harmoni Kebangsaan.

Informasi dari BNPT yang diperoleh Admin melalui Ketua AGPAII Jatim, hingga berita ini ditulis, peserta dari Jawa Timur yang mengikuti lomba ini masih sangat minim. Rencananya, naskah lomba yang dikirimkan peserta akan diseleksi pertengahan Mei 2019 di Mojokerto Jawa Timur. Peserta yang telah mengirimkan naskah akan diundang dalam sebuah pertemuan untuk melakukan presentasi naskah lomba.

Bagaimana Mekanisme Pelaksanaan Lomba?

Ketentuan Lomba Penulisan Desain Pembelajaran Inspiratif BNPT 2019
Ketentuan Pelaksanaan Lomba
Tema Lomba Penulisan Desain Pembelajaran Inspiratif  "Harmoni Sekolah" BNPT adalah: "Integrasi Nilai-nilai Agama dan Budaya di Sekolah dalam Menumbuhkan Harmoni Kebangsaan"

Sedangkan Sub Temanya adalah:
  1. Kebangsaan
  2. Keragaman
  3. Kearifan Lokal
  4. Toleransi
  5. Damai Itu Indah
  6. Cinta Tanah Air
  7. Tabayyun (Melawan Hoax)

Ketentuan Peserta

Ketentuan peserta Lomba Penulisan Desain Pembelajaran Inspiratif  "Harmoni Sekolah" BNPT adalah sebagai berikut:
  1. Peserta adalah Guru TK/PAUD, Guru Mata Pelajaran Agama SD/MI, SMP/MTS, dan sederajat.
  2. Melampirkan Surat Rekomendasi dari Kepala Sekolah tempat bertugas.
  3. Melampirkan Biodata peserta.
  4. Peserta diperkenankan mengirimkan maksimal 2 (dua) naskah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan ketentuan 1 (satu) naskah untuk satu kali pertemuan di kelas, dengan Materi Pendidikan Agama Kurikulum 2013, beserta media pembelajarannya.
  5. Membuat Video Pembelajaran sesuai dengan RPP yang telah dibuat dengan durasi maksimal 5 menit. Video diunggah di Youtube dengan menuliskan subyek #harmonidarisekolah-Nama Peserta-Nama Sekolah.

Ketentuan Naskah

Adapun ketentuan naskah sebagai berikut:
  1. Naskah RPP diketik di kertas A4, Font Arial, Ukuran Huruf 12, dengan spasi 1,5.
  2. Margin 4:3 (atas bawah) dan 4:3 (kiri kanan).
  3. Panjang naskah minimal 10.000 karakter dan maksimal 12.000 karakter.

Ketentuan Pengiriman

Naskah dikirimkan melalui email ke agamabudayabnpt@gmail.com mulai tanggal 22 Februari 2019 hingga 15 Nopember 2019. Penjurian dilaksnakan mulai tanggal 19-22 dan 26-29 Nopember 2019 dengan kriteria penilaian sebagai berikut:
1. Naskah RPP
  • Orisinalitas
  • Muatan Materi
  • Kreatifitas Guru
  • Inspiratif
2. Video Pembelajaran
  • Durasi Waktu
  • Kesesuaian dengan Naskah RPP
  • Orisinalitas
  • Muatan Materi
  • Kreatifitas Guru
  • Inspiratif

Penghargaan

Penghargaan yang diberikan dalam Lomba Penulisan Desain Pembelajaran Inspiratif  "Harmoni Sekolah" BNPT adalah uang tunai dengan total hadiah sebesar 64,5 Juta.

Jadi tunggu apa lagi, segera kirimkan karya terbaikmu untuk mengikuti dan berpartisipasi dalam lomba Penulisan Desain Pembelajaran Inspiratif  "Harmoni Sekolah" BNPT Tahun 2019. Mari berkreasi dalam pembelajaran untuk mengintegrasikan nilai-nilai agama dan budaya di sekolah guna menumbuhkan harmoni kebangsaan tentang gerakan pencegahan paham terorisme dalam tulisan.

Guru Mulia Karena Karya.(*)

Saturday, April 20, 2019

Ujian Level 1 Pembatik 2019 Segera Dilaksanakan. Inilah Jumlah Pesertanya

Ujian Level 1 PembaTIK Duta Rumah Belajar 2019
Persiapan Ujian Level 1 PembaTIK Duta Rumah Belajar 2019
Sahabat Komunitas Ngopi, seperti dalam artikel sebelumnya, program PembaTIK atau Pembelajaran Berbasis TIK yang dilaksanakan oleh Pustekkom untuk memilih Duta Rumah Belajar Tahun 2019 telah dibuka sejak Maret 2019. Pendaftaran dilaksanakan secara online melalui kanal rumah belajar di http://simpatik.belajar.kemdikbud.go.id/ mulai 18 Maret 2019 s.d. 18 April 2019. Saat ini, pendaftaran telah ditutup. Kegiatan post test akan dilaksanakan mulai tanggal 26 April 2019 hingga 30 April 2019.

Apa saja yang harus dipersiapkan untuk melaksanakan kegiatan post test atau ujian akhir level 1? Silahkan baca pada artikel sebelumnya di tautan berikut ini:
Persiapan Ujian Level 1 Bimtek Daring Pemilihan Duta Rumah Belajar 2019
Bagi peserta yang telah mendaftarkan diri, tentu berharap bisa lolos pada ujian akhir level 1 supaya bisa mengikuti kegiatan selanjutnya, yaitu Implementasi TIK di Bimtek Daring level 2 PembaTIK Pemilihan Duta Rumah Belajar 2019. Untuk itu, bagi peserta bimtek daring level 1, silahkan persiapkan semaksimal mungkin untuk mengikuti ujian akhir level 1.

Rekapitulasi Peserta PembaTIK 2019

Bagi peserta pembaTIK 2019, tentu ingin mengetahui jumlah peserta yang telah melakukan pendaftaran pada Program PembaTIK 2019. Setidaknya, dengan mengetahui jumlah pendaftar PembaTIK 2019, peserta bisa memperkirakan seberapa besar mereka harus 'bersaing' dengan peserta lain agar bisa lolos ke level selanjutnya.
Baca: Profil Duta Rumah Belajar 2017
Dikutip dari laman facebook Rachmad Effendi, Guru SMKN 2 Trenggalek, yang merupakan Duta Rumah Belajar Tahun 2018 dari Propinsi Jawa Timur, Pendaftar PembaTIK tahun 2019, terhitung sejak ditutup tanggal 18 April 2019 Pukul 18.30 Wib, sebanyak 24.533 orang dari 34 propinsi seluruh Indonesia. Pendaftar terbesar adalah dari Propinsi Jawa Timur sebanyak 2.735 peserta, diikuti Propinsi Jawa Tengah sejumlah 2.022 peserta. Sedangkan peserta paling sedikit berasal dari Propinsi Papua dengan 202 peserta.
Rekapitulasi Peserta PembaTIK 2019
Rekapitulasi Peserta PembaTIK 2019
Apresiasi patut diberikan kepada peserta yang melakukan pendaftaran. Meski sifatnya kompetisi, dengan tahap akhir berupa Pemilihan Duta Belajar Tahun 2019, namun program PembaTIK atau Pembelajaran berbasis TIK ini memiliki manfaat yang sangat besar. Guru tak hanya mendapatkan sertifikat untuk keperluan angka kredit, yang terutama adalah ilmu yang diberikan agar bisa berpartisipasi mensosialisaikan laman Rumah Belajar milik Pustekkom yang bisa dimanfaatkan oleh seluruh lapisan masyarakat.

Portal Rumah Belajar

Seperti diketahui, PembaTIK adalah Pembelajaran Berbasis TIK yang diselenggarakan oleh Pustekkom, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Kegiatan tersebut dilakukan untuk pemilihan Duta Rumah Belajar Tahun 2019. Duta Rumah Belajar memiliki tugas melakukan sosialisasi dan bimbingan teknis terkait dengan keberadaan portal Rumah Belajar milik Kemendikbud.

Rumah Belajar adalah portal gratis milik Kemendikbud. Sayangnya, dibanding dengan portal lain yang berbayar, namun portal tersebut belum dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat. Sejak dirilis pada Maret 2013, jumlah pengguna yang memanfaatkan Rumah Belajar sebanyak 9.561.268 orang dengan usia 18-24 tahun 40,5%, 25-34 tahun 25%, 35-44 tahun 13,3 %, dan 45 tahun ke atas sebanyak 21,2 % . Sekolah yang menggunakan sebanyak 55.371 sekolah, dengan jumlah guru 120.705 dan siswa 343.999 (Sumber: Pustekkom 2019)
Baca: Profil Duta Rumah Belajar 2018
Padahal, Rumah Belajar sangat mudah diakses. Begitu di-klik, langsung muncul berbagai menu pilihan kelompok materi belajar yang bisa dimanfaatkan. Terdapat Fitur Utama dengan delapan kelompok konten, yaitu Sumber Belajar, Buku Sekolah Elektronik, Bank Soal, Laboratorium Maya, Peta Budaya, Wahana Jelajah AngkasaPengembangan Keprofesian Berkelanjutan, dan Kelas Maya. Sedangkan Fitur Pendukung memiliki tiga kelompok konten, yaitu Karya Guru, Karya Komunitas, serta Karya Bahasa dan Sastra.

Rumah Belajar berusaha memberikan layanan ketersediaan sumber media pembelajaran interaktif yang dikemas menarik dengan animasi suara maupun video. Konten-konten tersebut disediakan untuk berbagai tujuan, agar pendidik dan peserta didik dapat memanfaatkannya sedemikian rupa agar dapat melaksanakan pembelajaran secara komprehensif. Yang perlu diketahui, media pembelajaran yang telah dihasilkan oleh peserta PembaTIK nantinya akan diupload di laman ini, sehingga bisa dimanfaatkan secara luas oleh seluruh insan pendidikan di tanah air. Menarik, bukan?(*)

Friday, April 19, 2019

Ujian PembaTIK Level 1 Duta Rumah Belajar, Apa Yang Harus Dipersiapkan?

Seleksi Duta Rumah Belajar Level 1
Pelaksanaan Seleksi Rumah Belajar 2019 Level 1
Bagaimana kabarnya sahabat Komunitas Ngopi? Di tengah hiruk pikuknya pemilihan presiden tanggal 17 April 2019 kemarin, semoga semua baik-baik saja. Meskipun ada pilihan perbedaan, semoga masih ada kopi di antara kita.

Sahabat Kompi, selepas 17 April, bagi Anda yang mengikuti postingan blog Komunitas Ngopi, tentunya masih ingat dengan PembaTIK, yaitu Pembelajaran Berbasik TIK yang diselenggarakan oleh Pustekkom untuk Pemilihan Duta Rumah Belajar Tahun 2019. Untuk sekedar mengingat apa itu PembaTIK. silahkan baca artikel sebelumnya di Pendaftaran Program Pembelajaran Berbasis TIK Tahun 2019.

Pendaftaran PembaTIK telah Ditutup

PembaTIK adalah pembelajaran berbasis TIK untuk Pemilihan Duta Rumah Belajar Tahun 2019. Seperti yang sudah dijelaskan di artikel di atas, Pemilihan Duta Rumah Belajar Tahun 2019 dilakukan melalui 4 level. Masing-masing level memiliki kegiatan dan jadwal yang berbeda-beda mulai dari Tahap Literasi hingga Berbagi TIK. 

Bagi yang sudah melakukan pendaftaran Duta Rumah Belajar 2019, otomatis, ia akan masuk sebagai peserta Bimtek Daring Level 1 program Pemilihan Duta Rumah Belajar 2019. Bimtek daring Level 1 adalah tahap literasi, seluruh kegiatannya dilakukan secara daring atau online. Jadwal pendaftaran Level 1 ini selama satu bulan, yaitu mulai tanggal 18 Maret - 18 April 2019. Artinya, selepas pemilihan presiden 17 April kemarin, pendaftaran program PembaTIK dalam pemilihan Duta Rumah Belajar 2019 telah ditutup.
Jadwal Pembatik 2019 level 1
Jadwal PembaTIK Duta Rumah Belajar 2019 Level 1
Selamat bagi yang telah berhasil melakukan pendaftaran. Bagi yang ketinggalan info sehingga belum melakukan pendaftaran Duta Rumah Belajar 2019, masih ada kesempatan mengikuti program serupa tahun depan.

Persiapan Ujian Level 1 Duta Rumah Belajar 2019

Setelah pendaftaran ditutup tanggal 18 April 2019, peserta yang telah masuk sebagai peserta Bimtek daring PembaTIK Level 1 segera bersiap-siap untuk melaksanakan ujian akhir atau post test. Sesuai dengan yang dicantumkan di akun masing-masing peserta, Kegiatan Post Test atau ujian akhir level 1 dilaksanakan secara online mulai tanggal 26 April - 30 April 2019.

Perlu diketahui, tanggal tersebut merupakan rentang waktu. Tidak berarti bahwa peserta akan melakukan ujian online selama 5 hari, mulai tanggal 26 - 30 April 2019. Tapi peserta akan mengerjakan sehari sesuai jadwal yang ditentukan. Kabar terakhir, ujian level 1 direncanakan dilaksanakan per wilayah. Informasi resmi tentu harus menunggu pengumuman resmi dari pihak pustekkom.

Hal-hal yang perlu diperhatikan terkait post test atau ujian evel 1:

  1. Soal berbentuk pilihan ganda dengan option A hingga D dengan jumlah soal sebanyak 40 buah.
  2. Materi soal diambil dari modul 1 hingga modul 4 dengan durasi waktu pengerjaan selama 60 menit.
  3. Soal dengan tingkat kognitif C1 hingga C3 dan memiliki tingkat kesukaran mudah hingga sedang.
  4. Ujian hanya dapat dilaksanakan 1 (satu) kali pada rentang tanggal ujian yang ditentukan. Jadi diharapkan peserta ujian dapat menyediakan koneksi internet yang stabil.


Apa yang Harus Dipersiapkan?

Saat melakukan pendaftaran Level 1, di sana sudah disediakan modul yang bisa diunduh. Tidak boleh tidak, peserta harus mempelajari secara mandiri modul yang telah di berikan. Ada 4 (empat) modul yang harus dipelajari, yaitu:
  • Modul 1 berupa Portal RUMAH BELAJAR untuk Pembelajaran
  • Modul 2 berupa Penerapan Pembelajaran Abad 21 Memanfaatkan Rumah Belajar
  • Modul 3 berupa Pengenalan Perangkat TIK Dasar
  • Modul 4 berupa Pengenalan Internet
Sekali lagi, tidak boleh tidak, peserta Bimtek Level 1 harus mempelajarai seluruh modul tersebut untuk persiapan ujian level 1. Soal-soal ujian level 1 tentu tidak akan keluar dari materi-materi dalam modul yang telah diberikan.

Tips Sukses Ujian Level 1 Duta Rumah Belajar 2019

Bagi peserta yang telah mengikuti kegiatan Level 1 Pemilihan Duta Rumah Belajar 2019 melalui program PembaTIK, tentu berharap bisa lulus agar bisa mengikuti Bimtek Daring Level 2 untuk Implementasi TIK. Di samping itu, jika lulus pada kegiatan Bimtek Daring Level 1, peserta akan memperoleh sertifikat 32 jam yang ditandatangai Kepala Pustekkom. Lumayan bukan, bagi yang membutuhkan untuk kenaikan pangkat. hehe... 

Berikut ini kiat-kiat yang harus dilakukan agar bisa lulus ujian level 1:
  1. Pilihlah jadwal ujian yang tepat antara tanggal 26 - 30 April 2019, agar tidak berbenturan dengan jadwal kegiatan kita sebelumnya. 
  2. Jika jadwal ujian sudah ditentukan, persiapkan segala sesuatunya, terutama kuota internet yang kita miliki. Jangan sampai ketika ujian online berlangsung, paket data kita ternyata habis. Memilih warung kopi yang dilengkapi wifi juga lebih oke, bisa ujian ditemani secangkir kopi. wkwk...
  3. Agar leluasa dalam membaca soal-soal ujian, gunakan laptop. Menggunakan Android tidak masalah sebenarnya, bergantung pada kebiasaan dan kenyamanan masing-masing peserta.
  4. Sebelum ujian online dilaksanakan, pastikan sudah buang air kecil dan tidak makan obat pencahar agar ketika ujian berlangsung tidak bolak-balik ke kamar kecil. 
  5. Jika memungkinkan, print out semua modul, pelajari sebaik-baiknya agar peserta betul-betul siap berangkat ke medan perang. Tidak disarankan untuk ngerpek, karena ketika bapak/ibu guru di sekolah selalu melarang anak-anak untuk mencontek.
  6. Pastikan tidak ada gangguan dari anak-anak atau pasangan jika memilih melaksanakan ujian online level 1 di rumah. Sebab jika tombol mulai sudah ditekan, waktu akan terus berjalan. Apa jadinya jika ujian berlangsung, anak-anak minta jalan-jalan, atau istri minta diantar ke swalayan. hihi...
  7. Kerjakan sebaik-baiknya dengan baca bismillah, jangan sampai ada soal yang terlewat untuk di jawab. Yakinlah pasti bisa mengerjakan, karena soalnya tidak sesusah yang dibayangkan.
  8. Jika sudah selesai, sudah yakin dengan jawaban, dipastikan semua soal telah dijawab segera akhiri ujian online. Siapa tahu, jika ditemukan nilai yang sama, yang terpilih adalah peserta dengan waktu pengerjaan tercepat.
Itulah beberapa hal yang harus dipersiapkan untuk kegiatan ujian akhir atau post test Bimtek Daring Level 1. Semoga semuanya lulus level 1 sehingga bisa mengikuti tahap selanjutnya Bimtek Daring Level 2 dalam Pemilihan Duta Rumah Belajar 2019 oleh Pustekkom melalui Program Pembelajaran berbasis TIK (PembaTIK).(*) 

Friday, March 29, 2019

Agar Artikel Bisa Lolos Seleksi dalam Perlombaan Inobel Tahun 2019

Agar Bisa Lolos Inobel 2019

Bagi guru-guru yang telah mendaftarkan diri pada Perlombaan Karya Inovasi Pembelajaran Tahun 2019 melalui akun Kesharlindung, tentu berharap jika naskah yang dikirimkan akan lolos seleksi sehingga bisa mengikuti tahap perlombaan Inobel berupa Workshop Inovasi Pembelajaran.

Karya Inovasi yang dihasilkan memang berupa produk, baik media pembelajaran, strategi pembelajaran, dan lain-lain. Proses penemuan dan penciptaan produk itulah yang harus ditulis dalam sebuah Karya Tulis Ilmiah untuk Karya Inovasi Pembelajaran, dan dikirimkan ke Panitia Perlombaan Inobel Tahun 2019.

Bagaimanakah caranya agar Karya Tulis yang telah dibuat itu bisa lolos seleksi? Tentu ada banyak faktor. Dalam artikel ini, faktor yang akan dibahas agar Artikel Inovasi Pembelajaran bisa lolos seleksi adalah mengikuti Sistematika Penulisan Karya Tulis Ilmiah, seperti yang telah dibahas dalam artikel sebelumnya.
Silahkan Baca: Sistematika Penulisan Perlombaan Inobel Tahun 2019 
Berikut ini adalah penjelasan per komponen Sistematika Penulisan:

A. Komponen Judul
Judul harus memuat nama karya inovasi yang dikembangkan dan masalahnya, ditulis dalam huruf kapital, singkat (maksimum 20 kata), jelas, padat, dan informatif serta ditulis dalam kalimat pernyataan.

Contoh: 
PENGEMBANGAN MEDIA PERMAINAN MOMO (MONOPOLI MORAL) PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DI KELAS 5 SD NEGERI KOTA SURABAYA
B. Komponen Pendahuluan
Pendahuluan terdiri dari:
(1) Latar Belakang; 
(2) Rumusan Masalah; 
(3) Tujuan; dan 
(4) Manfaat.

1. Latar Belakang 
Latar belakang disusun secara sistematis dengan memaparkan kondisi ideal berdasarkan teori atau kebijakan, kondisi saat ini, gap antara kondisi ideal dengan kondisi saat ini, masalah yang terjadi dan penyebabnya, karya inovatif untuk memecahkan masalah, urgensi karya inovatif yang dikembangkan, dan penegasan tujuan inovasi pembelajaran.

Latar belakang yang disusun harus memiliki kejelasan alur pikir antara pemilihan judul dengan tujuan inovasi pembelajaran yang diajukan serta urgensi pencapaian tujuan pendidikan nasional.

Contoh: 
Alinea 1 (Kondisi Ideal): 
Menurut Effendi (2010, hlm. 12) pembelajaran di SD idealnya dilakukan secara tematik dan terpadu sesuai dengan karakteristik peserta didik SD yaitu berpikir konkret dan holistik.....

Alinea 2 (Kondisi Saat Ini dan Masalah): 
Pembelajaran yang dilakukan khususnya di SD Pelangi belum memperhatikan karakteristik peserta didik SD, pembelajaran didominasi dengan ceramah oleh guru tanpa melibatkan media pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik kompetensi dasar. Hal ini berakibat pada rendahnya pemahaman peserta didik tentang materi yang sedang dipelajari.....

Alinea 3 (Karya Inovatif): 
Pembelajaran tentang pengetahuan konseptual yang bersifat abstrak misalnya Hidup Rukun diperlukan sebuah media pembelajaran yang dapat menjembatani tahap berpikir peserta didik SD dan sesuai dengan karakteristik peserta didik SD. Media pembelajaran yang dimaksud adalah media permainan Momo (Monopoli Moral).....

Alinea 4 (Urgensi Karya Inovatif): 
Media pembelajaran animasi tematik ini dapat dikembangkan sesuai dengan karakteristik materi dan kompetensi dasar. Melalui media animasi tematik ini, siswa difasilitasi untuk menangkap ide atau gagasan tentang materi yang abstrak misalnya tentang Hidup Rukun sehingga mereka dapat menjelaskan makna hidup rukun dan manfaatnya........

2. Rumusan Masalah 
Rumusan masalah disusun sesuai dengan permasalahan yang dihadapi pada pelaksanaan pembelajaran yang menyebabkan pencapaian tujuan pembelajaran tidak optimum. Masalah hendaknya dirumuskan secara jelas, tidak memiliki makna ganda, dan dapat dituangkan kedalam kalimat tanya. Rumusan masalah hendaknya menunjukkan hubungan antara dua atau lebih variabel (masalah dan karya inovatifnya) dan dapat diuji secara empirik.

Contoh: “ Apakah media animasi tematik dapat meningkatkan pemahaman siswa kelas IV SDN Pelangi tentang Hidup Rukun?”

3. Tujuan 
Tujuan dituliskan menyesuaikan dengan rumusan masalah yang telah ditetapkan. Tujuan berisi poin-poin sasaran yang akan dicapai dari inovasi pembelajaran yang diajukan sehingga urgensi pencapaian tujuan pendidikan nasional diperkirakan dapat dicapai.

Contoh: “ Tujuan dikembangkannya karya inovatif berbentuk media animasi tematik ini adalah untuk meningkatkan pemahaman siswa kelas IV SDN Pelangi tentang Konsep Hidup Rukun”

4. Manfaat 
Manfaat dituliskan dalam bentuk poin-poin yang mungkin diperoleh secara praktis dari implementasi inovasi pembelajaran yang dihasilkan diantaranya manfaat bagi siswa.

Contoh: “ Meningkatkan pemahaman siswa tentang konsep-konsep dalam pembelajaran khususnya konsep Hidup Rukun”

C. Komponen Landasan Teori 
Landasan teori dapat berupa konsep-konsep umum, prinsip-prinsip umum, unsur-unsur yang menjelaskan karya inovatif yang dikembangkan. Landasan teori merupakan teori yang melandasi penyusunan karya inovasi pembelajaran yang mendukung bahwa karya tersebut dapat digunakan untuk mengatasi atau memecahkan masalah yang dihadapi pada pelaksanaan pembelajaran sehingga tujuan pembelajaran dapat dicapai secara optimum. 

Dengan demikian, landasan teori terdiri dari: 
  1. Konsep/ Teori yang Melandasi Karya Inovasi Pembelajaran,dan 
  2. Rancangan Karya Inovasi Pembelajaran. Rancangan karya inovasi pembelajaran berisi alternatif bentuk karya inovasi pembelajaran yang mungkin diperoleh dari implementasi teori yang menjadi landasan inovasi pembelajaran.
Dalam menuliskan landasan teori, penulis harus menuliskan hasil pemaknaannya pada teori yang dirujuknya. Pemaknaan dapat dilakukan dengan cara mengkritisi, menuliskan kontradiksi, atau menuliskan parafrase dari teori yang dirujuknya.

Contoh: 
  1. Media Animasi Tematik  Menurut Ahlan (2012, hlm. 34) media merupakan .......................
  2. Rancangan Karya Inovasi Pembelajaran  Berdasarkan landasan teori di atas, penulis telah mengembangkan karya inovatif berbentuk media animasi tematik dengan rancangan sebagai berikut..

D. Komponen Karya Inovasi Pembelajaran
1) Ide Dasar 
Ide dasar berisi tentang konsep dasar (teori) yang digunakan atau dirujuk dalam mengembangkan karya inovasi pembelajaran yang diajukan, jenis inovasi pembelajaran yang dirancang, desain/ rancang bangun, dan definisi operasional dari karya inovasi pembelajaran yang dikembangkan.

Definisi operasional merupakan definisi kerja dari karya inovatif yang dikembangkan yang memiliki karakteristik pembeda dengan definisi yang lain, dapat diukur dengan instrumen pengungkap datanya, dan terdapat indikator yang mampu dioperasionalkan.

Contoh: “ Menurut Toto (2013, hlm. 45) media animasi merupakan .................... . Sedangkan Dadang (2016, hlm. 32) menyatakan bahwa pembelajaran di SD idealnya dilakukan secara tematik. Berdasarkan pendapat di atas, penulis telah mengembangkan karya inovatif berbentuk media animasi tematik dengan desain sebagai berikut .................................. 
Adapun yang dimaksud dengan media animasi tematik adalah .......................................dengan karakteristik sebagai berikut ..........................................

2) Proses Penemuan/ Pembaharuan
Bagian ini terdiri dari penjelasan pendekatan kerja yang digunakan meliputi kajian teori pendekatan kerjanya, analisis kebutuhan, deskripsi prototipe produk/ karya, simulasi penggunaan/ penerapan, revisi dan deskripsi model produk revisi, pengujian model, revisi dan deskripsi produk akhir (kalau dilakukan pengujian).

Contoh: Karya inovatif berbentuk media animasi tematik ini dikembangkan melalui peneltian dengan metode Penelitian dan Pengembangan (Research and Development). Menurut Karnoto (2015, hlm. 56) desain penelitian R & D terdiri dari tahapan sebagai berikut:...........  Analisis kebutuhan dilakukan dengan cara ....................................................................... Hasil analisis kebutuhan menjadi dasar dikembangkannya prototipe karya berbentuk media animasi tematik sebagai berikut ............................................................................

Prototipe media animasi tematik diuji secara terbatas melalui simulasi penggunaannya terhadap siswa model yaitu guru-guru SDN Pelangi. Simulasi dilakukan dengan cara ............................................ Berikut hasil uji coba prototipe media animasi tematik bersama guru-guru SDN Maju Bersama .......... Berdasarkan temuan ketika dilakukan uji terbatas, prototipe media animasi tematik direvisi menjadi model media animasi tematik sebagai berikut ......... dll.”

3) Aplikasi Praktis dalam Pembelajaran
Bagian ini memaparkan tentang kebermanfaatan karya inovasi pembelajaran yang dibuat dan langkah-langkah atau prosedur penggunaan/ penerapannya.

Contoh: “ Media animasi tematik dapat meningkatkan pemahaman siswa tentang konsep-konsep yang dipelajari dalam pembelajaran tematik khususnya tentang Hidup Rukun jika digunakan sesuai dengan langkah-langkah atau prosedur penggunaannya. Berikut adalah langkah-langkah dalam menggunakan media animasi tematik agar pembelajaran efektif ......”

4) Data Hasil Aplikasi Praktis Inovasi Pembelajaran 
Bagian ini memaparkan tentang teknik pengumpulan data proses dan hasil penggunaan karya inovasi dalam pembelajaran beserta deskripsi data proses dan hasil penggunaan karya inovasi pembelajaran.

Contoh: “ Media animasi tematik ini digunakan dalam pembelajaran di kelas IV SDN Pelangi tentang tema Hidup Rukun dalam Perbedaan. Data proses berupa penggunaan media animasi tematik dalam pembelajaran yang dikumpulkan dengan teknik observasi menggunakan lembar observasi penggunaan media animasi tematik. Berikut merupakan data-data proses terkait penggunaan media animasi tematik ...................................................................................... 

Sedangkan data hasil berupa pemahaman konsep siswa tentang hidup rukun yang dikumpulkan dengan teknik tes menggunakan lembar evaluasi tentang Hidup Rukun dalam Perbedaan. Berikut merupakan data-data hasil belajar siswa tentang pemahaman konsep setelah digunakan media animasi tematik dalam pembelajaran. .................................................”

5) Analisis Hasil Aplikasi Praktis Inovasi Pembelajaran 
Bagian ini mendeskripsikan hasil pengolahan data dan pemaknaannya berdasarkan analisis data secara kuantitatif dan/ atau kualitatif (bergantung jenis datanya).

Contoh: Analisis data berupa proses penggunaan media animasi tematik yang digunakan adalah analisis data secara kualitatif model Miles dan Hubberman yang terdiri dari tiga tahap yaitu: 
(1) mereduksi data; 
(2) mendisplay data; dan
(3) memverifikasi data. 
Tahapan pada analisis data kualitatif model Miles dan Hubberman secara rinci dijelaskan sebagai berikut: ......................................................... Analisis data berupa pemahaman konsep siswa tentang hidup rukun dalam perbedaan yang digunakan adalah analisis data secara kuantitaif dengan menghitung rerata kemampuan pemahaman konsep siswa dan menghitung prosentase siswa di atas/ di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) dengan rumus sebagai berikut............................................... Tingginya kemampuan pemahaman konsep siswa diduga disebabkan oleh media animasi tematik dalam pembelajaran yang telah digunakan secara efektif. Hal ini sesuai dengan pendapat Toto (2016, hlm. 52) yang menyatakan bahwa ...................................”

6) Diseminasi 
Bagian ini memaparkan tentang teknik diseminasi yang telah atau akan dilakukan untuk menyosialisasikan hasil karya inovasi pembelajaran pada rekan-rekan guru lain dalam lingkup sekolah, gugus/ MGMP, atau lingkup yang lebih besar.

Contoh: “ Media animasi tematik ini telah didiseminasikan melalui artikel ilmiah yang dimuat dalam Jurnal Pedagogik Pendidikan Dasar. Selain itu, diseminasi juga dilakukan melalui seminar di gugus 1 Kota Bandung yang diikuti oleh guru-guru dan pengawas di gugus 1 Kota Bandung.........dll.”

E. Komponen Penutup
1) Kesimpulan 
Kesimpulan merupakan jawaban yang diperoleh secara empirik dari rumusan masalah berbentuk poin-poin capaian yang diperoleh dari karya inovasi pembelajaran. Poin-poin pada kesimpulan dituliskan sesuai dengan banyaknya rumusan masalah yang telah dirumuskan. Kesimpulan dituliskan berdasarkan data dan pembahasan di Bab IV.

Contoh: “ Media animasi tematik dapat meningkatkan pemahaman siswa kelas IV SDN Pelangi tentang konsep Hidup Rukun dalam Perbedaan. Rerata kemampuan pemahaman konsep siswa setelah digunakan media animasi tematik dalam pembelajaran adalah ......., dll.”

2) Saran 
Saran dituliskan dalam bentuk spesifik sesuai dengan data atau temuan pada Bab IV berbentuk poin-poin/ catatan praksis yang perlu dilakukan di masa datang yang diperkirakan dapat menyempurnakan karya inovasi pembelajaran yang dikembangkan.

Contoh: Dalam menggunakan media animasi tematik ini, guru sebaiknya ................................”

F. Daftar Pustaka 
Daftar pustaka dituliskan secara konsisten mengacu pada salah satu gaya penulisan misalnya APA atau MLA, dan lain-lain. Semua sumber yang dirujuk di dalam naskah harus dicantumkan di dalam Daftar Pustaka. Sumber pustaka disarankan diterbitkan 5 tahun terakhir. Istilah daftar pustaka atau referensi digunakan dalam bahan ajar ini sesungguhnya untuk menekankan bahwa sumber-sumber yang dikutip pada bagian tubuh (isi) teks dipastikan ditulis pada daftar rujukan atau referensi, begitu pula sebaliknya. Hal ini dilakukan semata-mata untuk mendorong dan meminimalisasi potensi praktik plagiarisme dalam penulisan karya ilmiah.

Bagaimanakah Menulis Karya Tulis Ilmiah (KTI) untuk Karya Inovasi Pembelajaran?



Setiap tahun, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Direktprat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) menyelenggarakan Perlombaan Karya Inovasi Pembelajaran Guru untuk jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), maupun jenjang Pendidikan Menengah dan Sekolah Inklusi. Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk memilih guru yang memiliki kemampuan terbaik dalam melakukan inovasi pembelajaran, sehingga diharapkan akan berpengaruh pada peningkatan kinerja guru dan prestasi peserta didik.

Inovasi Pembelajaran (Inobel) Tahun 2019 telah dibuka, yang belum membaca silahkan baca:
Perlombaan Inovasi Pembelajaran Tahun 2019
Jika merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pengertian dari inovasi ialah proses menemukan hal yang baru atau bersifat pembaruan, yang tentu saja berbeda dari yang telah ada, baik meliputi cara/metode, ide/gagasan, ataupun alat. Jadi intinya, ada produk inovasi yang dihasilkan. Dalam pelaksanaan Perlombaan Karya Inovasi Pembelajaran (Inobel), tentu proses penemuan dan penciptaan Karya Inovasi tersebut harus ditulis dalam sebuah Karya Tulis Ilmiah.

Lantas, Bagaimanakah cara penulisan Karya Tulis Ilmiah (KTI) untuk Perlombaan Karya Inovasi Pembelajaran yang baik, agar bisa lolos dalam seleksi Perlombaan Inobel Tahun 2019?

Pengertian Karya Tulis Ilmiah (KTI)


Karya tulis ilmiah adalah tulisan yang didasari oleh hasil pengamatan, peninjauan, atau penelitian dalam bidang tertentu, disusun menurut metode tertentu dengan sistematika penulisan menggunakan tata bahasa dan isinya dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya (keilmiahannya). Karya tulis ilmiah yang dimaksud dalam inovasi pembelajaran adalah karya tulis dari karya inovatif yang dibuat atau dikembangkan oleh peserta lomba inovasi pembelajaran.

Jenis-jenis Karya Tulis Ilmiah
  • Karya Tulis Ilmiah hasil penelitian
  • Karya Tulis Ilmiah hasil gagasan ilmiah
  • Karya Tulis Ilmiah hasil terjemahan/ saduran
  • Karya Tulis Ilmiah prasaran/ulasan ilmiah pada forum ilmiah
Ciri-ciri Karya Tulis Ilmiah
  • Hal-hal yang dituangkan dalam permasalahan berada dalam kawasan pengetahuan keilmuan;
  • Kebenaran isinya mengacu kepada kebenaran ilmiah;
  • Kerangka sajiannya mencerminkan penerapan metode ilmiah; dan
  • Tampilan fisiknya sesuai dengan sistematika penulisan atau tata cara penulisan karya tulis ilmiah.
Syarat sebuah tulisan dikatakan ilmiah adalah:
  • Isi kajiannya berada pada lingkup pengetahuan ilmiah;
  • Langkah pengerjaannya dijiwai atau menggunakan metode ilmiah; dan
  • Sosok tampilannya sesuai dan memenuhi syarat sebagai suatu sosok keilmuan.
Untuk Sistematika Penulisan Karya Tulis Ilmiah untuk Perlombaan Inovasi Pembelajaran (Inobel) Tahun 2019, sebagaimana dijelaskan dalam Panduan Inobel 2019 adalah sebagai berikut:

SAMPUL NASKAH 
HALAMAN JUDUL 
SURAT PERNYATAAN 
LEMBAR PENGESAHAN 
KATA PENGANTAR 
ABSTRAK 
DAFTAR ISI 
DAFTAR TABEL 
DAFTAR GAMBAR
DAFTAR LAMPIRAN


BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
B. Rumusan Masalah
C. Tujuan
D. Manfaat
BAB II LANDASAN TEORI
A. Konsep/Teori Yang Melandasi Karya Inovasi Pembelajaran
B. Hasil Inovasi Yang Relevan
BAB III KARYA INOVASI PEMBELAJARAN
A. Ide Dasar
B. Rancangan Karya Inovasi Pembelajaran
C. Proses Penemuan/Pembaharuan
D. Aplikasi Praktis dalam Pembelajaran
E. Data Hasil Aplikasi Praktis Inovasi Pembelajaran
F. Analisis Data Hasil Aplikasi Praktis Inovasi Pembelajaran
G. Diseminasi
BAB IV PENUTUP
A. Simpulan
B. Saran
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

Bagaimanakah penulisan lebih lanjut tentang Sistematika Penulisan Karya Tulis Ilmiah untuk Karya Inovasi Pembelajaran?
Silahkan baca: Sistematika Penulisan Karya Tulis Ilmiah untuk Karya Inovasi Pembelajaran?

Saturday, March 23, 2019

Diklat PembaTIK Level 1, Apa Yang Harus dilakukan?

Diskusi Bersama Kegiatan Pembatik Level 1 2018
Diskusi Bersama Komunitas Ngopi dalam Kegiatan Pembatik Level 1 2018
Ajang Pemilihan Duta Rumah Belajar (DRB) Tahun 2019 telah dibuka sejak 18 Maret 2019 yang lalu. Pemilihan Duta Rumah Belajar yang dikemas melalui kegiatan PembaTIK atau Pembelajaran Berbasis TIK itu diselenggarakan hingga 4 level, mulai tahap Literasi TIK hingga Berbagi TIK.
baca: Pemilihan Duta Rumah Belajar 2019
Bagi Anda yang telah mendaftar pada kegiatan PembaTIK 2019, Apa yang harus dilakukan?

Seperti diketahui, ada 4 level dalam Kegiatan Pembelajaran Berbasis TIK. Masing-masing level memiliki tahapan dan kegiatan sendiri-sendiri, tentu saja dengan bukti sertifikat masing-masing.

Pada tahap level 1 Pembelajaran Berbasis TIK adalah tahap literasi. Yang harus dilakukan peserta setelah sukses mendaftar adalah mengunduh modul yang disediakan di akun. Karena tahap literasi, modul itu harus dibaca dan dipelajari secara mandiri. Waktu pendaftaran untuk level 1 ini cukup lama antara 18 Maret - 18 April 2019.

Sertifikat Pembatik Level 1 Tahun 2018
Pada tahap akhir level 1 nanti, peserta harus mengikuti ujian akhir yang bisa diikuti mulai tanggal 26 April - 30 April. Pelaksanaan ujian akhir dilakukan secara daring melalui akun masing-masing. Bisa dilakukan di mana saja, di rumah, sekolah, warung kopi, dan lain-lain, yang penting ada koneksi internet. Waktunya bisa dipilih harinya antara tanggal 26 - 30.

Jika ujian akhir telah diikuti, peserta tinggal menunggu pengumuman apakah lolos atau tidak. Jika tidak lulus, apa boleh buat, peserta tentu tidak bisa naik ke tahap selanjutnya dan tak mendapatkan sertifikat.

Namun jika lolos ke level 2, peserta akan mendapatkan bukti kelulusan berupa sertifikat 32 jam dari pustekkom. Di samping itu, ia juga bisa mengikuti tahap level 2 Implementasi TIK dengan tambahan tugas mengimplementasikan TIK dalam kegiatan pembelajaran. Proses pembelajaran harus divideokan dan diupload di akun masing-masing (*)
DomaiNesia