Showing posts with label Tips. Show all posts
Showing posts with label Tips. Show all posts

Friday, April 19, 2019

Ujian PembaTIK Level 1 Duta Rumah Belajar, Apa Yang Harus Dipersiapkan?

Seleksi Duta Rumah Belajar Level 1
Pelaksanaan Seleksi Rumah Belajar 2019 Level 1
Bagaimana kabarnya sahabat Komunitas Ngopi? Di tengah hiruk pikuknya pemilihan presiden tanggal 17 April 2019 kemarin, semoga semua baik-baik saja. Meskipun ada pilihan perbedaan, semoga masih ada kopi di antara kita.

Sahabat Kompi, selepas 17 April, bagi Anda yang mengikuti postingan blog Komunitas Ngopi, tentunya masih ingat dengan PembaTIK, yaitu Pembelajaran Berbasik TIK yang diselenggarakan oleh Pustekkom untuk Pemilihan Duta Rumah Belajar Tahun 2019. Untuk sekedar mengingat apa itu PembaTIK. silahkan baca artikel sebelumnya di Pendaftaran Program Pembelajaran Berbasis TIK Tahun 2019.

Pendaftaran PembaTIK telah Ditutup

PembaTIK adalah pembelajaran berbasis TIK untuk Pemilihan Duta Rumah Belajar Tahun 2019. Seperti yang sudah dijelaskan di artikel di atas, Pemilihan Duta Rumah Belajar Tahun 2019 dilakukan melalui 4 level. Masing-masing level memiliki kegiatan dan jadwal yang berbeda-beda mulai dari Tahap Literasi hingga Berbagi TIK. 

Bagi yang sudah melakukan pendaftaran Duta Rumah Belajar 2019, otomatis, ia akan masuk sebagai peserta Bimtek Daring Level 1 program Pemilihan Duta Rumah Belajar 2019. Bimtek daring Level 1 adalah tahap literasi, seluruh kegiatannya dilakukan secara daring atau online. Jadwal pendaftaran Level 1 ini selama satu bulan, yaitu mulai tanggal 18 Maret - 18 April 2019. Artinya, selepas pemilihan presiden 17 April kemarin, pendaftaran program PembaTIK dalam pemilihan Duta Rumah Belajar 2019 telah ditutup.
Jadwal Pembatik 2019 level 1
Jadwal PembaTIK Duta Rumah Belajar 2019 Level 1
Selamat bagi yang telah berhasil melakukan pendaftaran. Bagi yang ketinggalan info sehingga belum melakukan pendaftaran Duta Rumah Belajar 2019, masih ada kesempatan mengikuti program serupa tahun depan.

Persiapan Ujian Level 1 Duta Rumah Belajar 2019

Setelah pendaftaran ditutup tanggal 18 April 2019, peserta yang telah masuk sebagai peserta Bimtek daring PembaTIK Level 1 segera bersiap-siap untuk melaksanakan ujian akhir atau post test. Sesuai dengan yang dicantumkan di akun masing-masing peserta, Kegiatan Post Test atau ujian akhir level 1 dilaksanakan secara online mulai tanggal 26 April - 30 April 2019.

Perlu diketahui, tanggal tersebut merupakan rentang waktu. Tidak berarti bahwa peserta akan melakukan ujian online selama 5 hari, mulai tanggal 26 - 30 April 2019. Tapi peserta akan mengerjakan sehari sesuai jadwal yang ditentukan. Kabar terakhir, ujian level 1 direncanakan dilaksanakan per wilayah. Informasi resmi tentu harus menunggu pengumuman resmi dari pihak pustekkom.

Hal-hal yang perlu diperhatikan terkait post test atau ujian evel 1:

  1. Soal berbentuk pilihan ganda dengan option A hingga D dengan jumlah soal sebanyak 40 buah.
  2. Materi soal diambil dari modul 1 hingga modul 4 dengan durasi waktu pengerjaan selama 60 menit.
  3. Soal dengan tingkat kognitif C1 hingga C3 dan memiliki tingkat kesukaran mudah hingga sedang.
  4. Ujian hanya dapat dilaksanakan 1 (satu) kali pada rentang tanggal ujian yang ditentukan. Jadi diharapkan peserta ujian dapat menyediakan koneksi internet yang stabil.


Apa yang Harus Dipersiapkan?

Saat melakukan pendaftaran Level 1, di sana sudah disediakan modul yang bisa diunduh. Tidak boleh tidak, peserta harus mempelajari secara mandiri modul yang telah di berikan. Ada 4 (empat) modul yang harus dipelajari, yaitu:
  • Modul 1 berupa Portal RUMAH BELAJAR untuk Pembelajaran
  • Modul 2 berupa Penerapan Pembelajaran Abad 21 Memanfaatkan Rumah Belajar
  • Modul 3 berupa Pengenalan Perangkat TIK Dasar
  • Modul 4 berupa Pengenalan Internet
Sekali lagi, tidak boleh tidak, peserta Bimtek Level 1 harus mempelajarai seluruh modul tersebut untuk persiapan ujian level 1. Soal-soal ujian level 1 tentu tidak akan keluar dari materi-materi dalam modul yang telah diberikan.

Tips Sukses Ujian Level 1 Duta Rumah Belajar 2019

Bagi peserta yang telah mengikuti kegiatan Level 1 Pemilihan Duta Rumah Belajar 2019 melalui program PembaTIK, tentu berharap bisa lulus agar bisa mengikuti Bimtek Daring Level 2 untuk Implementasi TIK. Di samping itu, jika lulus pada kegiatan Bimtek Daring Level 1, peserta akan memperoleh sertifikat 32 jam yang ditandatangai Kepala Pustekkom. Lumayan bukan, bagi yang membutuhkan untuk kenaikan pangkat. hehe... 

Berikut ini kiat-kiat yang harus dilakukan agar bisa lulus ujian level 1:
  1. Pilihlah jadwal ujian yang tepat antara tanggal 26 - 30 April 2019, agar tidak berbenturan dengan jadwal kegiatan kita sebelumnya. 
  2. Jika jadwal ujian sudah ditentukan, persiapkan segala sesuatunya, terutama kuota internet yang kita miliki. Jangan sampai ketika ujian online berlangsung, paket data kita ternyata habis. Memilih warung kopi yang dilengkapi wifi juga lebih oke, bisa ujian ditemani secangkir kopi. wkwk...
  3. Agar leluasa dalam membaca soal-soal ujian, gunakan laptop. Menggunakan Android tidak masalah sebenarnya, bergantung pada kebiasaan dan kenyamanan masing-masing peserta.
  4. Sebelum ujian online dilaksanakan, pastikan sudah buang air kecil dan tidak makan obat pencahar agar ketika ujian berlangsung tidak bolak-balik ke kamar kecil. 
  5. Jika memungkinkan, print out semua modul, pelajari sebaik-baiknya agar peserta betul-betul siap berangkat ke medan perang. Tidak disarankan untuk ngerpek, karena ketika bapak/ibu guru di sekolah selalu melarang anak-anak untuk mencontek.
  6. Pastikan tidak ada gangguan dari anak-anak atau pasangan jika memilih melaksanakan ujian online level 1 di rumah. Sebab jika tombol mulai sudah ditekan, waktu akan terus berjalan. Apa jadinya jika ujian berlangsung, anak-anak minta jalan-jalan, atau istri minta diantar ke swalayan. hihi...
  7. Kerjakan sebaik-baiknya dengan baca bismillah, jangan sampai ada soal yang terlewat untuk di jawab. Yakinlah pasti bisa mengerjakan, karena soalnya tidak sesusah yang dibayangkan.
  8. Jika sudah selesai, sudah yakin dengan jawaban, dipastikan semua soal telah dijawab segera akhiri ujian online. Siapa tahu, jika ditemukan nilai yang sama, yang terpilih adalah peserta dengan waktu pengerjaan tercepat.
Itulah beberapa hal yang harus dipersiapkan untuk kegiatan ujian akhir atau post test Bimtek Daring Level 1. Semoga semuanya lulus level 1 sehingga bisa mengikuti tahap selanjutnya Bimtek Daring Level 2 dalam Pemilihan Duta Rumah Belajar 2019 oleh Pustekkom melalui Program Pembelajaran berbasis TIK (PembaTIK).(*) 

Thursday, April 4, 2019

Teknik Menulis Sumber Rujukan dalam Daftar Pustaka


Dalam penulisan karya ilmiah, terutama artikel untuk kegiatan di Kesharlindung Dikdas, unsur terpenting yang harus diperhatikan adalah penulisan sumber rujukan dalam Daftar Pustaka. Daftar Pustaka ini erat kaitannya dengan Sistematika Penulisan. Tentang Sistematika Penulisan Karya Tulis Ilmiah untuk Lomba Inovasi Pembelajaran 2019. Silahkan baca:
Sistematika Penulisan Karya Tulis Inobel 2019
baca juga:
Bagaimana Menulis Karya Ilmiah Untuk Inobel?
Istilah daftar pustaka atau referensi digunakan untuk menekankan bahwa sumber yang dikutip pada bagian tubuh (isi) teks dipastikan ditulis pada daftar rujukan atau referensi, begitu pula sebaliknya. Ini dilakukan agar Karya tulis betul-betul bisa dipertanggungjawabkan dan mendorong meminimalisasi potensi praktik plagiarisme

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menulis daftar rujukan dengan menggunakan sistem APA:
  1. Memasukkan nama keluarga semua penulis dan inisialnya sampai dengan tujuh penulis. Apabila lebih dari tujuh, maka yang ditulis adalah sampai penulis yang keenam kemudian diberi tanda titik tiga kali lalu dituliskan nama penulis terakhirnya sebelum tahun penulisan.
  2. Jika ada nama keluarga dengan inisial penulis yang mirip, maka nama lengkap inisialnya ditulis dalam kurung sebelum tahun penulisan.
  3. Untuk penulis berupa kelompok atau institusi, nama institusinya ditulis dengan jelas.
  4. Untuk rujukan pada buku yang disunting, masukkan nama penyunting di posisi penulis, dan berikan tulisan (Penyunting).
  5. Tahun penerbitan ditulis dalam kurung didahului dan diakhiri dengan tanda titik. Untuk jenis rujukan berupa majalah, newsletter, atau yang lain, ditulis tahun jelas dan tanggal lengkap publikasinya. Penulisannya dipisahkan dengan tanda koma dan diikuti nomor dalam tanda kurung.
  6. Jika tak ada keterangan waktu penulisan, maka dituliskan dengan t.t. dalam kurung.
  7. Terkait judul buku, artikel atau bab, huruf kapital hanya dipergunakan untuk kata pertama pada judul dan subjudul bila ada, dan kata yang masuk kategori proper noun.
  8. Penulisan judul jurnal, majalah, dan newsletter, ditulis kombinasi huruf kapital dan huruf kecil. Intuk nama sumbernya ditulis miring.
  9. Kota penerbitan harus dituliskan dengan jelas, diikuti dengan nama penerbitnya.

Beberapa contoh teknis penulisan daftar rujukan atau referensi dengan sistem APA dapat dilihat pada bagian di bawah ini.

Buku 
Penulisan daftar rujukan yang berupa buku dalam sistem APA mengikuti urutan seperti berikut, yakni:
  • nama belakang penulis;
  • nama depan (inisialnya saja);
  • tahun penerbitan (dalam kurung, diawali dan diakhiri titik);
  • judul buku dicetak miring (huruf pertama dari kata pertama, nama tempat, atau nama orang dari judul sumber ditulis dengan huruf kapital), diakhiri dengan titik;
  • edisi (kalau ada), kota tempat penerbitan, diikuti oleh titik dua dan penerbit.
Contoh-contoh spesifik penulisan daftar rujukan buku dengan beberapa variasi dapat dilihat pada bagian di bawah ini.

1) Buku ditulis oleh satu orang:

Poole, M.E. (1976). Language utilization and Social class. Brisbane: University of Queensland.

2) Buku ditulis dua atau tiga orang:

Burden, P.R. & Byrd, D.M. (2010). Methods for effective teaching. Boston: Pearson.
Joyce, B., Weil, M., & Calhoun, E. (2011). Models of teaching. Boston: Pearson.

3) Buku ditulis oleh lebih dari tiga orang:

Emerson, L. dkk. (2007). Writing guidelines for education students. Melbourne: Thomson.

4) Sumber ditulis oleh satu orang dalam beberapa buku yang berbeda:

Halliday, M. A. K. (1985a). Spoken and written language. Geelong: Deakin University Press.
Halliday, M. A. K, (1985b). An introduction to functional grammar. London: Edward Arnold.
Halliday, M. A. K. (1985c). Aspects of language in a social semiotic perspective. Melbourne: Deakin University Press.

5) Penulis sebagai penyunting:

Philip, H.W.S. & Simpson, G.L. (Penyunting). (1976). Australia of education today and tomorrow. Canberra: Australian National Commission.

6) Sumber merupakan bab dari buku:

Coffin, C. (1997). An investigation into secondary school history. Dalam F. Christie & J.R. Marton (Penyunting), Social processes in the workplace and school (hlm. 195 -232). New York: Continuum.

Artikel jurnal 

Penulisan artikel jurnal dalam daftar rujukan mengikuti urutan sebagai berikut:
  • nama belakang penulis;
  • nama depan penulis (inisialnya saja);
  • tahun penerbitan (dalam tanda kurung diawali dan diikuti tanda titik)
  • judul artikel (ditulis tidak dicetak miring dan huruf pertama dari kata pertama, atau nama tempat, atau nama orang dalam judul ditulis dengan huruf kapital);
  • judul jurnal (dicetak miring dan setiap huruf pertama dari setiap kata dalam nama jurnal ditulis dengan huruf kapital kecuali kata tugas) diikuti dengan koma;
  • nomor volume dengan angka Arab;
  • nomor penerbitan ditulis dengan angka Arab di antara tanda kurung;
  • nomor halaman mulai dari nomor halaman pertama sampai dengan nomor terakhir.
Contoh:
Setiawati, L. (2012). Studying on the teaching talk at an EYL classroom. Cunaplin Jurnal: Indonesian Journal of Appliying Linguistics, 1 (2), hlm. 176─178.

Selain buku dan artikel jurnal
Di bawah ini adalah contoh penulisan rujukan dengan menggunakan sumber tulisan selain buku dan artikel jurnal.

a. Skripsi, tesis, atau disertasi:
Rakhman, A. (2008). Teaching and studiying code switching in English foreign language (EFL) classroom. (Tesis). Sekolah Pascasarjana, Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung.

b. Publikasi departemen atau lembaga pemerintah:
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. (1998). Petunjuk pelaksanaan beasiswa dan dana bantuan operasional. Jakarta: Depdikbud.

c. Dokumen atau laporan:
Panitia Proyek Pengembangan Pendidikan Guru. (1983). Laporan penilaian proyek pengembangan pendidikan guru. Jakarta: Depdikbud.

d. Makalah dalam prosiding konferensi atau seminar:
Sudaryat, Y. (2013). Menguak nilai filsafat pendidikan Sunda dalam ungkapan tradisional sebagai upaya pemertahanan bahasa daerah. Dalam M. Fasya & M. Zifani (Penyunting), Prosiding Seminar Linguistik UPI (hlm. 432-435). Bandung: UPI Press.

e. Artikel Surat kabar:
Sujatmiko, I. G. (2013, 23 Agustus). Reformasi, kekuasaan, dan korupsi. Kompas, hlm. 6.

f. Sumber dari internet

1) Karya perorangan:
Thomson, A. (1998). The adult and the curriculum. [Online]. Diakses dari http://www.ed.uiuc.edu/EPS/PES-Yearbook/1998/thompson.htm.

2) Pesan dalam forum online atau grup diskusi online:
Pradipa, E. A. (2010, 8 Juni). Memaknai hasil gambar anak usia dini [Forum online]. Diakses dari http://www.paud.int/gambar/komentar/Weblog/806.

3) Posel dalam mailing list:
Riesky (2013, 25 Mei). Penelitian kualitatif dalam pengajaran bahasa [Posel mailing list]. Diakses dari http://bsing.groups.yahoo.com/group/ResearchMethods/message/581

Ada beberapa catatan penting yang harus dicermati dari penulisan daftar rujukan atau referensi di atas.
  • Contoh-contoh di atas merupakan pola rujukan dari beberapa jenis dokumen yang sering dipergunakan dalam karya ilmiah. Tidak semua dicontohkan pada pedoman ini. Untuk jenis rujukan khusus lainnya, silakan mengacu pada buku Publication manual of the American Psychological Association (2010) edisi keenam.
  • Beberapa contoh di atas tidak merupakan sumber yang benar-benar nyata dan dapat diakses. Jadi penulisan sumber tersebut hanya untuk contoh.
  • Jika penulisan karya ilmiah menggunakan bahasa Inggris, maka silakan ikuti sistem APA sesuai aslinya dalam bahasa Inggris.

Wednesday, April 3, 2019

Cara Cepat Cek Info GTK Tanpa Username dan Password

Cara Cepat Cek Info GTK Terbaru

Memasuki bulan April Semester Dua Tahun Pelajaran 2018/2019, Info GTK mulai dibuka. Info GTK berfungsi untuk melihat kevalidan data PTK di bawah naungan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan yang diinput melalui aplikasi Dapodik. Untuk membuka data info GTK, ada beberapa cara yang dapat digunakan, yaitu dengan menggunakan NUPTK bagi guru dan tenaga kependidikan yang sudah memiliki NUPTK. Sedangkan untuk guru yang belum memiliki NUPTK atau NUPTK tidak valid, cara membuka info GTK dengan menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK).

Yang bertugas melalukan cek kevalidan data di Info GTK sesungguhnya adalah tugas masing-masing PTK. Pada semester ini akan dilakukan uji coba login info GTK dengan menggunakan userid dan password PTK yang telah dientrikan sebelumnya di aplikasi Dapodik. Untuk mendapatkan acount atau userid dan password PTK, tentu saja PTK harus menghubungi Operator Sekolah di sekolah masing-masing.

Dalam kenyataannya, banyak PTK yang belum memiliki kesadaran untuk membuka Info GTK secara mandiri. Mereka lebih memilih meminta bantuan kepada Operator Sekolah. Untuk itulah, demi meringankan tugas Operator Sekolah agar tidak melakukan cek Info GTK dengan menggunakan userid dan password masing-masing PTK satu per satu, berikut ini ada cara cepat melakukan cek info GTK tanpa menggunakan Userid dan Password masing-masing PTK.

Caranya, silahkan buka manajemen data dapodik di http://data.dikdasmen.kemdikbud.go.id. hingga muncul seperti gambar berikut:
Cara Cepat Cek Info GTK terbaru

Jika sudah muncul seperti gambar di atas, silahkan masukkan Username dan Password menggunakan Username dan Password DAPODIK. Kemudian klik Kelola Data Sekolah. Tunggu beberapa saat hingga muncul seperti gambar di bawah ini:
Cara Cepat Cek Info GTK terbaru

Selanjutnya akan muncul informasi akun milik sekolah masing-masing. Langkah selanjutnya klik Kelola Data Pokok. Tunggu beberapa saat hingga muncul seperti gambar di bawah ini:
Cara Cepat Cek Info GTK terbaru

Langkah selanjutnya Klik Guru dan Tendik hingga muncul nama-nama guru dan tenaga kependidikan yang ada di sekolah seperti gambar berikut:
Cara Cepat Cek Info GTK terbaru

Scroll ke bawah, kemudian geser tab ke sebelah kanan seperti gambar berikut:
Cara Cepat Cek Info GTK terbaru

Langkah selanjutnya, pilih nama-nama guru yang akan di cek Info GTKnya. Kemudian klik kotak warna hijau di sebelah kanan seperti pada gambar. Tunggu beberapa saat hingga muncul seperti gambar berikut:
Cara Cepat Cek Info GTK terbaru

Jika gambar di atas sudah muncul, silahkan klik pada Info GTK dengan kotak warna hijau seperti pada gambar. Tunggu beberapa saat, jika tak ada kendala, maka Info GTK akan muncul dengan keterangannya Valid/Belum Valid seperti gambar berikut:
Cara Cepat Cek Info GTK terbaru

Jika Info GTK sudah Valid, maka tinggal menunggu tahap selanjutnya yaitu diusulkan oleh Operator Tunjangan Kabupaten aga bisa diterbitkan SKTP-nya. Namun jika Belum Valid, cek permasalahan yang menyebabkan belum valid, segera perbaiki datanya melalui aplikasi Dapodik. Jika sudah dibetulkan, silahkan sinkron. 

Yang perlu diperhatikan, data perbaikan yang telah disingkron membutuhkan waktu untuk diambil oleh admin pusat, sehingga di Info GTK tak bisa langsung berubah. Untuk cek Info GTK guru lainnya, silahkan ulangi cara di atas dengan memilih nama guru yang diinginkan. 

Demikian info tentang Cara Cepat melakukan Cek Info GTK tanpa menggunakan Username dan Password. Semoga bisa membantu.(*)

Friday, March 1, 2019

Tips bagi Penulis Pemula: From Zero To Writer, Menulis Mulai dari Titik Nol

Sesungguhnya, banyak di antara kita yang ingin menjadi penulis. Namun, hanya sekian persen dari kita yang dapat mewujudkannya
Kalimat di atas memang menohok, namun memang demikian adanya. Kalimat itu saya baca dalam sebuah naskah handout dalam sebuah workshop kepenulisan yang ditulis oleh Prof. Dr. H. Suwatno, M.Si dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung. Berikut ini adalah naskah handout Proses Menulis Kreatif yang telah dibahasakan ulang.

Kerapkali ketika ingin menulis, seseorang dihadapkan pada berbagai variabel kendala dan hambatan seperti merasa tidak berbakat menulis, tidak memiliki ide, tidak memiliki waktu, tidak berani menerima kritik, atau bahkan memang tidak suka menulis. Padahal dengan menjadi seorang penulis, seseorang dapat menjadikan gagasan dan pemikirannya tetap dikenang dan terabadikan oleh sejarah. Bahkan, para penulis masyhur zaman dahulu memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap perubahan dunia. Melalui buku-buku karya mereka, telah mengubah paradigma atau cara berfikir masyarakat dalam memandang realitas dunia.

Di dalam negeri, kita juga mengenal banyak sosok penulis terkenal. Di bidang sastra, dulu ada tokoh-tokoh seperti HAMKA, Mochtar Lubis, Umar Kayam, Pramoedya Ananto Toer, Gus Mus, Emha Ainun Nadjib, dan masih banyak lagi. Hingga hari ini, profesi penulis adalah salah satu pekerjaan yang sangat dihormati dan dihargai secara sosial. Kemampuan menulis dipandang sebagai indikator intelektualitas dan kematangan berfikir.

Apa sesungguhnya alasan seseorang mulai menulis?

Jawabnya tentu saja motivasi. Ya Motivasi. Motivasi adalah alasan untuk berbuat. Jika seseorang tidak memiliki alasan (rasional, emosional, sosial atau spiritual) yang kuat untuk menulis, maka kendati ia memiliki bakat dan kemampuan yang cukup untuk menjadi seorang penulis, sampai kapanpun IA TIDAK AKAN MENGHASILKAN SEBUAH KARYA TULIS.

Alasan mengapa seseorang menulis bisa sangat beragam, misalnya:
  1. Orientasi Material, tujuannya mengejar uang, bisa dari royalti, fee pembicara dan semacamnya. Apalagi jika berhasil menulis novel yang sampai diangkat ke layar lebar, tentu pendapatan dari menulis yang diperoleh juga semakin besar,
  2. Orientasi Eksistensial, tujuannya mengejar popularitas dan pengakuan dari masyarakat.
  3. Orientasi Personal, bersifat lebih pribadi dengan tujuan untuk mencurahkan atau mengekspresikan perasaan, pengalaman atau kisah pribadi agar dapat dibaca oleh orang lain.
  4. Orientasi Sosial, tujuannya untuk mempengaruhi atau mengubah cara berpikir masyarakat serta membangun peradaban.
  5. Orientasi Spiritual, tujuannya untuk beribadah dan memperoleh pahala dengan mengajak pembaca melakukan perbuatan baik.
Dalam dunia tulis-menulis, tujuan pragmatis seperti untuk mendapatkan materi atau memburu popularitas merupakan motivasi yang sah-sah saja.

Kegiatan yang perlu dilakukan  untuk bisa menjadi penulis yang baik:


Membaca
Berapa banyak buku dan bahan bacaan lain yang sudah pernah kita baca?
Menurut google's advanced algorithms, jumlah total buku yang terbit ber-ISBN yang ada di seluruh dunia sebanyak 129.864.880 judul. Jumlah tersebut belum termasuk buku-buku tanpa ISBN, E-book, Jurnal, Majalah dan berbagai artikel yang tersebar di internet. Untuk menjadi seorang penulis yang baik, kita perlu membaca banyak buku baik yang bersifat general (umum) maupun spesifik (misalnya sesuai dengan background akademik atau interest pribadi kita)

Berdiskusi
Berapa sering kita mendiskusikan dan merenungkan isi buku yang pernah kita baca? Hal ini penting karena ide dan gagasan seringkali muncul saat kita mendialektikakan bahan bacaan yang kita baca dengan bacaan orang lain atau dengan diri kita sendiri. Bila diperlukan, ada baiknya kita memiliki mentor menulis yang tepat.

Melihat dan Merasakan
Berapa sering kita mengamati dan merasakan apa yang terjadi di lingkungan kehidupan sekitar kita?
Baik secara langsung maupun apa yang kita lihat dan baca di media (TV, radio, internet, medsos dll)?

Bersosialisasi
Seberapa luas pergaulan dan area sosialisasi kita dengan orang lain? Berapa banyak pengetahuan, pengalaman dan kisah orang lain yang dapat kita serap?


Kegiatan-kegiatan yang perlu dilakukan dalam proses persiapan menulis:


Menggali dan Menemukan Gagasan/Ide
Pada tahap ini, penulis melakukan kegiatan penggalian gagasan atau ide. Kegiatan ini bisa dilakukan melalui pengamatan baik terhadap kejadian atau peristiwa yang terjadi, imajinasi, dan kajian pustaka. Untuk mempermudah proses penemuan ide, cara efektif yang dapat digunakan adalah melalui brainstorming.

Menentukan Tujuan, Genre dan Segmen Pembaca
Setelah menentukan gagasan/ide, penulis perlu menentukan tujuan menulis, genre yang diikuti serta target segmen pembaca. Sasaran pembaca akan menjadi bahan pertimbangan penting dalam menentukan warna tulisan. Selain itu, kita harus memastikan bahwa tulisan yang kita hasilkan akan marketable

Menentukan Topik
Penentuan topik dilakukan setelah penulis menetapkan untuk apa menulis, genre apa yang dipilih dan siapa sasaran pembacanya. Misalnya, tujuan menulis untuk memberikan informasi yang benar tentang kesehatan. Genrenya tulisan populer. Jika sasarannya adalah orang tua (manula), maka penulis bisa menentukan tulisan misalnya dengan topik “Hidup sehat di usia senja”.

Membuat Outline
Outline merupakan bentuk kerangka tulisan. Kerangka tersebut menunjukkan gambaran materi yang akan ditulis. Menulis outline cukup dengan garis besarnya saja. Karakteristik outline yang baik memiliki kesederajatan yang logis, kesetaraan struktur, kepaduan, dan penekanan.

Mengumpulkan Banyak Materi/Buku
Penulis wajib membaca banyak buku dan sumber bacaan lain untuk memperkaya perspektif dan referensi. Selain itu agar semakin banyak ide atau gagasan yang dapat dikembangkan. Apabila sudah menemukan topik, maka bahan bacaan yang dikumpulkan sesuai dengan topik yang sudah ditentukan.

Lantas, bagaimana memulai menulis, jawabannya just do it. lakukan saja. Penulis pemula sebaiknya lebih fokus pada ketekunan (persistence) dalam proses menulis. Menulis itu harus sabar. Tulislah semampu kita terlebih dahulu. Jangan berfikir harus sempurna, dan jangan terlalu idealis. Yang penting, kemauan untuk menulis harus terus dipupuk. Yang terpenting juga, menulislah sekarang juga, jangan ditunda-tunda.(*)

Thursday, February 28, 2019

Mengatasi Gagal Instal Dapodik 2019 c di Windows 7

Kemendikbud Rilis Aplikasi Dapodikdasmen 2019 c
Rilis Aplikasi Dapodikdasmen 2019 c
Bagi para guru yang kebetulan mendapat tugas tambahan sebagai operator sekolah, nama Dapodik bukanlah hal yang asing. Data Pokok Pendidikan, atau Dapodik dasar dan menengah adalah salah satu sistem pendataan yang dikelola oleh  Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah. Dapodik memuat data satuan pendidikan, peserta didik, pendidik dan tenaga kependidikan, dan substansi pendidikan yang disebut sebagai entitas data.

Data tersebut bersifat realtime dan terus menerus diperbaharui secara daring.  Hasil pengumpulan data melalui Dapodik menjadi dasar diterbitkannya data statistik pendidikan yang memberikan akses informasi kepada para pemangku kepentingan.

Pada semester genap tahun pelajaran 2018/2019, sistem mangemen pendataan kembali mengembangkan pembaruan Aplikasi Dapodikdasmen versi terbaru yang diberi nama versi 2019.c. Secara sistem, pembaruan versi 2019.c disiapkan untuk dapat memenuhi kebutuhan pemanfaatan data di semester genap ini. Aplikasi Dapodikdasmen versi 2019.c dikemas dalam bentuk installer, sehingga perlu proses uninstal aplikasi Dapodik versi sebelumnya.
Spesifikasi Laptopnyang dibutuhkan untuk Dapodikdasmen 2019 c
Spesifikasi Minimum Komputer
Disebutkan dalam panduan, bahwa spesifikasi minimum komputer yang dibutuhkan untuk instalasi aplikasi disesuai dengan juknis BOS pada Permendikbud No 3 Tahun 2019 tentang spesifikasi komputer yang harus dimiliki, yaitu: 
  1. Processor intel core i3 atau yang setara 
  2. Memori standar 4 GB 
  3. Hard drive 120 GB SSD/500 GB HDD 
  4. Sistem Operasi windows 10 
  5. Aplikasi terpasang peramban web google chrome, mozilla firefox 
Mungkin karena itulah, maka ketika melakukan instalasi Dapodik 2019 c, ada sebagian operator sekolah yang gagal instal karena Sistem Operasi Windowsnya masih menggunakan windows 7. Lantas, apakah komputer atau laptop yang masih menggunakan Windows 7 tidak bisa digunakan untuk melakukan instalasi Dapodik 2019 c?
Gagal Instal Dapodik 2019 c di windows 7
Gagal Instalasi Dapodik 2019 c di Windows 7
Solusi di bawah ini, saya ambil dari status facebook Pak Jaya Negara, seorang Relawan Dapodik. Bagi pengguna Windows 7 32 bit yang masih bermasalah ketika melakukan instal Dapodik v. 2019c, silahkan dicoba cara berikut ini:
  1. Uninstal semua aplikasi yang berhubungan dengan aplikasi Dapodik
  2. Download & Instal Service Pack 1 Windows 7 pada link : http://download.microsoft.com/…/0AFB5316-3062-494A-AB78-7FB… 
  3. Setelah selesai instal, laptop akan melakukan autorestart. 
  4. Hapus Aplikasi Microsoft Visual C++ 2015. Aplikasi bisa dilihat melalui control panel masing-masing komputer.
  5. Download & Instal Microsoft Visual C++ di link : https://www.microsoft.com/en-us/download/confirmation.aspx… 
  6. Download & Instal Update Windows 7 SP 1 di link : https://www.microsoft.com/en-us/download/details.aspx… 
  7. Langkah selanjutnya silahkan Instal Dapodik V. 2019 c.
  8. Selesai
Begitulah solusi untuk Dapodik 2019 c yang gagal instal di windows 7 32 bit. Semoga informasi ini membantu bagi teman-teman operator sekolah yang mengalami permasalahan.(*)

Agar Lolos Seleksi Seminar Nasional Kesharlindungdikdas 2019

Kegiatan Seminar Nasional yang dilaksanakan Kesharlindung Tahun 2017
Seminar Nasional Tahun 2017
Direktorat Pembinaan Guru Pendidikan Dasar, Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud melalui Subdit Kesharlindung telah banyak menyelenggarakan kegiatan penghargaan terhadap guru hebat di Indonesia. Kesharlindung adalah  Kesejahteraan, Penghargaan, dan Perlindungan. Sesuai dengan namanya, Kesharlindung Dikdas memberikan apresiasi, penghargaan dan perlindungan bagi guru pendidikan dasar.  Integritas dan kejujuran merupakan kunci sukses dalam setiap penyelenggaraan kegiatan.

Mengacu tahun-tahun sebelumnya, kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh Kesharlindung banyak ragamnya, diantaranya Bimtek Perlindungan Guru, Seminar Nasional, Workshop Literasi, dan Lomba Inovasi Pembelajaran yang terkenal dengan INOBEL. Khusus untuk Seminar Nasional, Semnas yang diadakan oleh Subdit Kesharlindung Dikdas Direktorat Pembinaan Guru Pendidikan Dasar biasanya diadakan dua kali dalam satu tahun. Pelaksanaannya di bulan Mei dan di bulan Oktober menjelang peringatan Hari Guru Nasional (HGN).
Beberapa waktu lalu melalui blognya di gurindo.id, salah seorang staf yang merupakan artis kesharlindung, Pak Dakroni menginformasikan tentang SEMINAR NASIONAL 2019. Tidak berbeda dengan seminar tahun sebelumnya, Seminar Nasional 2019 juga akan diadakan di bulan Mei dan Oktober 2019. Jika tak ada perubahan jadwal, Seminar tahap 1 akan diadakan tanggal 21-24 Mei 2019. 

Lantas, bagaimana tekhnisnya agar bisa lolos mengikuti Seminar Nasional 2019? Sebelum mengulas lebih jauh hal tersebut, alangkah baiknya jika pembaca bisa mengetahui proses pelaksanaan Seminar Nasional di Kesharlindung Dikdas.

Proses Pelaksanaan Seminar Nasional

Bagi guru yang terpilih sebagai Peserta Seminar Nasional Kesharlindung Dikdas Tahun 2019, tentunya ia harus mengikuti seluruh kegiatan seminar yang dilaksanakan. 

Ketika pengumuman, biasanya peserta yang lolos seleksi telah dibagi menjadi dua, yaitu Peserta Presentasi dan Peserta Poster. Pembagiannya didasarkan pada rangking peserta sesuai dengan kualitas naskah yang dikirim. 

Sesi Presentasi Kegiatan Seminar Nasional 2017
Sesi Presentasi pada Kegiatan Seminar
Bagi peserta yang masuk pada Presentasi, pada saat pelaksanaan seminar ia harus melaksanakan presentasi di hadapan panelis dan peserta lainnya yang telah dikelompokkan menjadi beberapa kelas. Waktu presentasi tentu menyesuaikan dengan jumlah peserta yang masuk pada presentasi. 

Sedangkan untuk Poster, peserta tidak melaksanakan presentasi di hadapan panelis, ia hanya melakukan presentasi melalui poster yang telah dibuat, yang nantinya ada sesi kunjungan poster. Dalam sesi kunjungan poster itulah terjadi tanya jawab terhadap naskah yang telah dibuat. 
   
Presentasi Poster pada Seminar Nasional Kesharlindung
Sesi Presentasi Poster

Seleksi Naskah Seminar Nasional 2019

Untuk bisa menjadi peserta Seminar Nasional 2019, syarat pertama adalah harus memiliki akun Kesharlindung di SIMLKTI di https://kesharlindung.pgdikdas.kemdikbud.go.id/. Bagaimana cara mendaftarnya, silahkan langsung menuju web tersebut. Syarat pertama ini sifatnya wajib, karena tanpa akun tersebut, guru-guru pasti tidak akan bisa mengikuti kegiatan yang diselenggarakan oleh Kesharlindung Diksas.

Jika sudah memiliki akun, calon peserta tinggal melakukan daftar jika pelaksanaan seminar telah dibuka dengan mengklik tombol APPLY dalam akun. Sesudah daftar, tahap selanjutnya adalah mengupload syarat administrasi berupa scan NUPTK dan Surat Ijin Melaksanakan Kegiatan dari Kepala Sekolah. Jika syarat administrasi telah diverifikasi, barulah peserta bisa mengirimkan atau mengupload naskah artikel yang diikutkan sesuai dengan tema yang dipilih. Naskah artikel itulah yang akan menentukan apakah peserta bisa terpilih sebagai peserta Seminar Nasional atau tidak.
Setelah melalui seleksi oleh Dewan Juri dari kalangan akademisi, peserta terpilih nantinya akan diumumkan di website kesharlindung. Peserta akan mengetahui nilai naskahnya apakah masuk kategori Presentasi atau Poster. Jika sudah terpilih, tahap selanjutnya tinggal menunggu undangan yang dikirim lewat email, baik kepada peserta terpilih maupun kepada Kepala Dinas Pendidikan setempat. Tugas Kepala Dinas Pendidikan adalah memberikan Surat Tugas bagi Peserta untuk mengikuti kegiatan Seminar Nasional.

Untuk transportasi dan akomodasi seluruhnya ditanggung oleh Kesharlindung. Inilah salah satu bentuk penghargaan kepada guru dengan memberinya kesempatan bisa bertemu muka dengan guru-guru dari seluruh indonesia sehingga bisa sharing pengalaman, dan sebagainya. 

Bagaimana agar Bisa Lolos Seleksi Seminar Nasional 2019?

Syarat utama agar bisa mengikuti Seminar Nasional 2019 adalah guru harus memiliki karya berupa Laporan Penelitian Tindakan Kelas. Memang, sesuai dengan tuntutan profesi, bukan hanya dosen yang harus melakukan penelitian sekarang ini. Bahkan guru sebagai ujung tombak pelaksana pendidikan di tingkat praktis juga harus melakukan penelitian di kelasnya. Penelitian itu dimaksudkan untuk menguji sejauh mana metode pembelajaran yang digunakan efektif dalam mengantarkan siswa mencapai tujuan belajarnya. Tujuan akhirnya tentu untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas.

Apakah Laporan Hasil Penelitian Tindakan Kelas itu nantinya yang akan dikirim untuk mengikuti seleksi naskah?

Tentu saja tidak. Tidak dalam arti bukan seluruh naskah PTK yang dikirimkan, melainkan PTK yang telah diubah menjadi naskah Artikel Ilmiah yang halamannya dibatasi antara 12-15 halaman. Pengubahan PTK menjadi Artikel Ilmiah tentu tak bisa dilakukan sembarangan, karena peserta harus mengikuti kaidah penulisan yang telah ditentukan. 

Kesharlindung Dikdas sebagai penyelenggara juga mengeluarkan petunjuk teknis. Dalam juknis itu disebutkan dengan jelas Sistematika Penulisan Artikel. Tidak boleh tidak, calon peserta seminar harus betul-betul memperhatikan juknis tersebut jika naskahnya ingin lolos seleksi.

Yang juga tak boleh ditawar-tawar adalah naskah harus asli tulisan sendiri. Sebab, dalam seleksi naskah juga ada tahap cek plagiarisme melalui similarity dan sitasi. Kesharlindung akan menggunakan aplikasi khusus untuk menguji keaslian naskah peserta. Namun jangan kawatir, untuk Seminar Nasional, biasanya ada toleransi plagiarisme maksimal 30%. Artinya, jika melebihi dari angka itu, otomatis naskahnya akan tersingkir.
Cek Similarity Seminar Nasional dan Inobel Kesharlindung
Hasil Cek Similarity
Untuk itulah, segera persiapkan naskah Anda agar bisa mengikuti Seminar Nasional Kesharlindung Dikdas Tahun 2019. Banyak keuntungan yang bisa diperoleh, disamping bisa bertemu dengan guru-guru hebat dari seluruh indonesia, naskah peserta nantinya akan diterbitkan dalam bentuk Prosiding. Daftar hadir dan lain-lain juga disiapkan untuk memfasilitasi peserta yang telah men-seminarkan Laporan PTK yang dibuatnya jika dibutuhkan untuk angka kredit. Tunggu apalagi? Segera siapkan naskah Anda yang terbaik.(*)
DomaiNesia